REVIEW JURNAL KELOMPOK 2
SEJARAH LAHIR DAN PERKEMBANGAN ILMU PSIKOLOGI PERKEMBANGAN,
MADZHAD/ALIRAN
A. Sejarah Lahir Dan Perkembangan Ilmu Psikologi Perkembangan
Sejarah perkembangan
psikologi dimulai saat psikologi masih menjadi bagian filsafat. Banyak ahli
menyebutkan bahwa sejarah perkembangan psikologi dimulai dengan munculnya
pandangan tentang jiwa dan manusia dari Socretes, Plato, Aristoteles.
Baru pada akhir
abad ke-18 psikologi perkembangan psikologi perkembangan menyusul sebagai suatu
ilmu yang berdiri sendiri. Lahirnya ilmu ini diawali dengan timbulnya aliran Philanthropinisme,
suatu paham yang mencintai sesama manusia terutama terhadap anak-anak. Pendiri
aliran ini adalah Johan Bernhard Basedow.
B. Minat Awal Mempelajari Perkembangan Anak
Pemahaman terhadap
seluk beluk kehidupan anak sangat bergantung pada keyakinan dan tradisional
yang bersumber pada spekulasi para filusuf dan teolog tentang anak dan latar
belakang perkembangannya, serta pengaruh keturunan dan lingkungan terhadap
kejiwaan anak. Oleh karena itu, salah seorang filosof Plato (427-436 SM)
mengatakan bahwa perbedaan-perbedaan individual mempunyai dasar genetis.
Potensi individu ditentukan oleh faktor keturunan. Artinya sejak lahir anak
telah memiliki bakat-bakat atau benih-benih kemampuan yang dapat dikembangkan
melalui pengasuhan dan pendidikan.
Pada akhir abad ke-17,
seorang filosof Inggris kenamaan, John Locke (1632-1704) mengemukakan bahwa
pengalaman dan pendidikan merupakan faktor yang paling menentukan dalam
perkembangan anak, dia tidak mengakui adanya kemampuan bawaan (innate knowledge). Menurut Locke, isi
kejiwaan anak ketika dilahirkan diibaratkan secarik kertas kosong, dimana corak
dan bentuk kertas ini sangat ditentukan bagaimana cara kertas ini ditulisi.
Dalam hal ini Locke mengumakakan istilah “tabula rasa” untuk mengungkapkan
pentingnya pengaruh pengalaman dan lingkungan hidup terhadap perkembangan anak.
Pandangan Rousseau yang
dikenal dengan istilah “nonle savage”,
digolongkan sebagai pandangan yang beraliran “nativisme”. Sebaliknya pandangan
Locke yang lebih mementingan faktor pengalaman dan faktor lingkungan dikenal
dengan aliran “emperisme” dan merupakan titik awal dari timbulnya
“teoribelajar” di kemudian hari. Kedua pandangan yang berlawan ini, kemudian
menjadi objek pembahasan dari banyak tokoh psikologi anak (Crain, 1980).
C. Pembentukan Psikologi Perkembangan secara Ilmiah
Psikologi
semenjak awal pertumbuhannya hingga pertengahan abad ke-19 lebih banyak
dikembangkan oleh pemikir dan ahli-ahli filsafat yang hidup dizamannya.
Pemikiran para ahli
filsafat tentang psikologi saat itu kurang dilandasi pengamatan konkret
sehingga kebenarannya kurang dipertanggungjawabkan.
D. Munculnya Studi Psikologi Perkembangan Modern
Dalam abad ke-20 ini semakin banyak ahli yang melakukan
penyelidikan mengenai segi-segi kejiwaan yang pada dasarnyaa melengkapi data
empirik dan memperkaya materi psikologi perkembangan untuk selanjutnya menuju
kepada mekarnya psikologi perkembangan atau munculnya berbagai aliran dengan
tinjauan yang lebih mendalam.
E. MADZHAD/ALIRAN
1.
Aliran Nativisme
Nativisme berasal dari kata native artinya asli atau asal. Aliran ini hampir sama dengan Naturalisme.
Nativisme berpendapat bahwa sejak lahir anak telah
memiliki/membawa sifat-sifat
dan dasar-dasar tertentu, yang bersifat pembawaan atau ke turunan.
Pada hakikatnya (Tamalene, 2011) aliran nativisme bersumber dari leibnitzian
tradition menekankan pada kemampuan dalam diri seorang anak. Oleh karena
itu, faktor lingkungan termasuk faktor pendidikan kurang berpengaruh terhadap
perkembangan anak. Hasil perkembangan ditentukan oleh pembawaan sejak lahir dan
genetik dari kedua orangtua.
2. Aliran Empirisme
Aliran ini menyatakan bahwa perkembangan seseorang individu akan
ditentukan oleh empirinya atau pengalaman-pengalamannya yang diperoleh selama
perkembangan individu itu. Dalam pengertian pengalaman termasuk juga pendidikan
yang diterima oleh individu yang bersangkutan.
Menurut aliran ini individu yang dilahirkan itu sebagai kertas atau meja yang
putih bersih yang belum ada tulisan-tulisannya.
3. Aliran Konvergensi
Aliran konvengensi berasal dari kata konvergen, artinya bersifat
menuju satu titik pertemuan, aliran ini berpandangan bahwa perkembangan
individu itu baik dasar (bakat, keturunan), maupun lingkungan, keduanya
berperan penting dalam perkembangan pembentukan kepribadian individu. Penetuan kepribadian seseorang ditentukan kerja yang integral antara internal (potensi bawaan) maupun faktor eksternal (lingkungan pendidikan).
Aliran
konvergensi merupakan gabungan dari aliran empirisme dan nativisme, di mana
pengalaman dan lingkungan sangat berpengaruh dalam meningkatkan bakat
seseorang. Hal ini dapat dilihat dalam aliran konvergensi yang menyatakan bahwa
pertumbuhan dan perkembangan manusia itu bergantung pada faktor bakat/pembawaan
dan faktor lingkungan, pengalaman pendidikan (Ahmandi dan Uhbiyati, 1991: 294).
Aliran
ini berpendapat bahwa dalam proses perkembangan anak, baik faktor pembawaan
maupun faktor lingkungan sama-sama mempunyai peran yang sangat penting. Bakat
yang dibawa pada waktu anak tersebut dilahirkan tidak akan berkembang dengan
baik tanpa adanya dukungan lingkungan yang baik sesuai dengan perkembangan
bakat anak itu. Sebaliknya, lingkungan yang baik tidak akan menghasilkan
perkembangan anak yang optimal kalau memang pada diri anak itu tidak terdapat
bakat yang diperlukan untuk dikembangkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar