Kamis, 09 April 2020

SEJARAH LAHIR DAN PERKEMBANGAN ILMU PSIKOLOGI PERKEMBANGAN, MADZHAD/ALIRAN


REVIEW JURNAL KELOMPOK 2
SEJARAH LAHIR DAN PERKEMBANGAN ILMU PSIKOLOGI PERKEMBANGAN, MADZHAD/ALIRAN

A. Sejarah Lahir Dan Perkembangan Ilmu Psikologi Perkembangan
Sejarah perkembangan psikologi dimulai saat psikologi masih menjadi bagian filsafat. Banyak ahli menyebutkan bahwa sejarah perkembangan psikologi dimulai dengan munculnya pandangan tentang jiwa dan manusia dari Socretes, Plato, Aristoteles.
Baru pada akhir abad ke-18 psikologi perkembangan psikologi perkembangan menyusul sebagai suatu ilmu yang berdiri sendiri. Lahirnya ilmu ini diawali dengan timbulnya aliran Philanthropinisme, suatu paham yang mencintai sesama manusia terutama terhadap anak-anak. Pendiri aliran ini adalah Johan Bernhard Basedow.
B. Minat Awal Mempelajari Perkembangan Anak
Pemahaman terhadap seluk beluk kehidupan anak sangat bergantung pada keyakinan dan tradisional yang bersumber pada spekulasi para filusuf dan teolog tentang anak dan latar belakang perkembangannya, serta pengaruh keturunan dan lingkungan terhadap kejiwaan anak. Oleh karena itu, salah seorang filosof Plato (427-436 SM) mengatakan bahwa perbedaan-perbedaan individual mempunyai dasar genetis. Potensi individu ditentukan oleh faktor keturunan. Artinya sejak lahir anak telah memiliki bakat-bakat atau benih-benih kemampuan yang dapat dikembangkan melalui pengasuhan dan pendidikan.
Pada akhir abad ke-17, seorang filosof Inggris kenamaan, John Locke (1632-1704) mengemukakan bahwa pengalaman dan pendidikan merupakan faktor yang paling menentukan dalam perkembangan anak, dia tidak mengakui adanya kemampuan bawaan (innate knowledge). Menurut Locke, isi kejiwaan anak ketika dilahirkan diibaratkan secarik kertas kosong, dimana corak dan bentuk kertas ini sangat ditentukan bagaimana cara kertas ini ditulisi. Dalam hal ini Locke mengumakakan istilah “tabula rasa” untuk mengungkapkan pentingnya pengaruh pengalaman dan lingkungan hidup terhadap perkembangan anak.
Pandangan Rousseau yang dikenal dengan istilah “nonle savage”, digolongkan sebagai pandangan yang beraliran “nativisme”. Sebaliknya pandangan Locke yang lebih mementingan faktor pengalaman dan faktor lingkungan dikenal dengan aliran “emperisme” dan merupakan titik awal dari timbulnya “teoribelajar” di kemudian hari. Kedua pandangan yang berlawan ini, kemudian menjadi objek pembahasan dari banyak tokoh psikologi anak (Crain, 1980).

C. Pembentukan Psikologi Perkembangan secara Ilmiah
Psikologi semenjak awal pertumbuhannya hingga pertengahan abad ke-19 lebih banyak dikembangkan oleh pemikir dan ahli-ahli filsafat yang hidup dizamannya.
Pemikiran para ahli filsafat tentang psikologi saat itu kurang dilandasi pengamatan konkret sehingga kebenarannya kurang dipertanggungjawabkan.

D. Munculnya Studi Psikologi Perkembangan Modern
Dalam abad ke-20 ini semakin banyak ahli yang melakukan penyelidikan mengenai segi-segi kejiwaan yang pada dasarnyaa melengkapi data empirik dan memperkaya materi psikologi perkembangan untuk selanjutnya menuju kepada mekarnya psikologi perkembangan atau munculnya berbagai aliran dengan tinjauan yang lebih mendalam.

E. MADZHAD/ALIRAN
1. Aliran Nativisme
Nativisme berasal dari kata native artinya asli atau asal. Aliran ini hampir sama dengan Naturalisme. Nativisme berpendapat bahwa sejak lahir anak telah memiliki/membawa sifat-sifat dan dasar-dasar tertentu, yang bersifat pembawaan atau ke turunan. Pada hakikatnya (Tamalene, 2011) aliran nativisme bersumber dari leibnitzian tradition menekankan pada kemampuan dalam diri seorang anak. Oleh karena itu, faktor lingkungan termasuk faktor pendidikan kurang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Hasil perkembangan ditentukan oleh pembawaan sejak lahir dan genetik dari kedua orangtua.
2. Aliran Empirisme
Aliran ini menyatakan bahwa perkembangan seseorang individu akan ditentukan oleh empirinya atau pengalaman-pengalamannya yang diperoleh selama perkembangan individu itu. Dalam pengertian pengalaman termasuk juga pendidikan yang diterima oleh individu yang bersangkutan. Menurut aliran ini individu yang dilahirkan itu sebagai kertas atau meja yang putih bersih yang belum ada tulisan-tulisannya.
3. Aliran Konvergensi
Aliran konvengensi berasal dari kata konvergen, artinya bersifat menuju satu titik pertemuan, aliran ini berpandangan bahwa perkembangan individu itu baik dasar (bakat, keturunan), maupun lingkungan, keduanya berperan penting dalam perkembangan pembentukan kepribadian individu. Penetuan kepribadian seseorang ditentukan kerja yang integral antara internal (potensi bawaan) maupun faktor eksternal (lingkungan pendidikan).
Aliran konvergensi merupakan gabungan dari aliran empirisme dan nativisme, di mana pengalaman dan lingkungan sangat berpengaruh dalam meningkatkan bakat seseorang. Hal ini dapat dilihat dalam aliran konvergensi yang menyatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan manusia itu bergantung pada faktor bakat/pembawaan dan faktor lingkungan, pengalaman pendidikan (Ahmandi dan Uhbiyati, 1991: 294).
Aliran ini berpendapat bahwa dalam proses perkembangan anak, baik faktor pembawaan maupun faktor lingkungan sama-sama mempunyai peran yang sangat penting. Bakat yang dibawa pada waktu anak tersebut dilahirkan tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya dukungan lingkungan yang baik sesuai dengan perkembangan bakat anak itu. Sebaliknya, lingkungan yang baik tidak akan menghasilkan perkembangan anak yang optimal kalau memang pada diri anak itu tidak terdapat bakat yang diperlukan untuk dikembangkannya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Jurnal Kelompok 1 dan Film

Review Tulis Tangan jurnal kelompok 1 dan review film