Jumat, 13 Maret 2020

HAKIKAT PERENCANAAN PEMBELAJARAN

A.           PENDAHULUAN
Pengembangan kualitas sumberdaya manusia sebagai rangkaian upaya untuk mewujudkan manusia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya serta untuk kesejahteraan bangsa mencakup pengembangan manusia, baik sebagai insan maupun sebagai sumberdaya pembangunan.
Manusia sebagai insan menjadi perhatian karena dalam peningkatan sumberdaya, manusia menjadi dasar dari kehidupan dirinya. Tentunya keberhasilan membangun manusia sebagai insan seutuhnya akan menentukan keberhasilan membangun manusia pada sisi lainnya, yaitu pelaku dalam membangun diri dan lingkungannya.
Dari berbagai bentuk pengembangan kualitas sumberdaya manusia, pendidikan dapat dikatakan sebagai katalisator utama pengembangan sumberdaya manusia. Berkenaan perbincangan pendidikan, dalam konteks ke Indonesiaan, maka hal tersebut identik dengan pendidikan formal di sekolah yang paradigma, pendekatan, bentuk, pengelolaan, kurikulum dan manajemennya dari pemerint
B.            PEMBAHASAN
Perencanaan adalah proses penyusunan berbagai keputusan yang akan dilaksanakan pada masa yang kan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Keputusan-keputusan itu disusun secara sistematis, rasional, dan dapat dibenarkan secara ilmiah karena menerapkan berbagai pengetahuan yang diperlukan. Perencanaan memegang perananan penting dalam setiap kegiatan, termasuk dalam sebuat pembelajaran. Dalm kaitannya dengan pembelajaran, yang dimaksut dengan perencanaan pembelajaran adalah proses penyusunan berbagai keputusan pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam proses kegiatan pembelajaran untuk mencapai kompetensi pembelajaran yang telah ditetapkan. Kegiatan ini merupakan langkah awal yang harud ditempuh guru dalam melaksanakan kegiatan interaksi belajar mengajar dikelas.[1]
Pembelajaran iyalah membelajaran siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan beserta didik atau murid.
Pembelajran menurut dimiyati dan mudjiono (1999:2097) adalah kegiatan guru secara terprogram dalam disain intruksional untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyedian sumber belajar. UUSPN No 20 Tahun 2003 menyatakan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada satu lingkungan belajar. Pembelajarn sebagai proses belajar yan dibagun oleh guru untuk mengembangan kreatifitas berfikir untuk mengembangkan kreatifitas berfikir yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan membangun pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran.[2]
Perencanaan pembelajaran adalah bagian intergal dari komponen pembelajaran. Kegiatan perencanaan tidak boleh terlepas dari kegiatan-kegiatan yang lain dalam pembelajaran. Karena itu, perencanaan pembelajaran juga harus berkaitan dengan kepentingan komponen yang terkait dengan proses pembelajaran.


[1] Sri Wahyuni Dan Syukur Ibrahim, Perencanaan Pembelajaran Bahasa Berkarakter, (Malang: Refika Adi Tama, 2012), hlm, 13
[2] Syaiful Sagala, Konsep Dan Makna Pembelajaran, (Bandung: Alfabeta 2011), hlm 61-62

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Jurnal Kelompok 1 dan Film

Review Tulis Tangan jurnal kelompok 1 dan review film