Kamis, 09 April 2020

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN PADA MASA USIA LANSIA


REVIEW JURNAL KELOMPOK 12
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN PADA MASA USIA LANSIA

Lansia merupakan salah satu fase kehidupan dimana pada fase ini  mulai terjadi adanya perubahan fisik serta kemunduran fungsi dalam tubuh dan termasuk tahap terakhir dalam perkembangan manusia.
Krisis menurut  KBBI adalah  setiap peristiwa yang sedang terjadi (diperkirakan) mengarah pada situasi tidak setabil dan berbahaya yang mempengaruhi individu, kelompok, komunitas, atau seluruh masyarakat. Krisis dianggap membawa perubahan negative dalam urusan keamanan, ekonomi, politik, sosial, atau lingkungan, terutama ketika krisis terjadi tiba-tiba, dengan sedikit atau tanpa peringatan.
Masa krisis hidup meliputi:
1. Perkembangan fisik dan motorik
2. Perkembangan sosial dan kognitif
3. Perkembangan agama dan moral
Status kesehatan lansia yang menurun seiring dengan bertambahnya usia akan memengaruhi kualitas hidup lansia. Bertambahnya usia akan diiringi dengan timbulnya berbagai penyakit, penurunan fungsi tubuh, keseimbangan tubuh dan risiko jatuh. Menurunnya status kesehatan lansia ini berlawanan dengan keinginan para lansia agar tetap sehat, mandiri dan dapat beraktivitas seperti biasa misalnya mandi, berpakaian, berpindah secara mandiri.
Kemampuan anak untuk bertanggung jawab, percaya diri, jujur, gigih dan memiliki kepekaan yang positif bentuk dari orang tua. Ketika orang tua telah memasuki masa lansia, diterapkannya sistem pendidikan oleh anak merupakan sebuah kepuasan yang tidak ternilai harganya. Berbeda dengan lansia yang gagal dalam mendidik anak, hal ini akan menjadi beban bagi lansia di hari tuannya. Lansia sangat senang dan merasakan kepuasan. Ketika jauh dengan cucu informan merasa bingung dan sedih,. Kehadiran cucu merupakan harapan yang di tunggu-tunggu dalam kehidupan lansia.
Kesehatan itu mahal harganya sehingga tidak seorangpun ingin sakit. Tetapi, sering penyakit datang dengan tiba-tiba hanya karena manusia lalai menjaga kesehatannya
  1. Mengatur makanan dan pola maka
  2. Menjaga kesehatan pribadi
  3. Mengatur istirahat (tidur yang cukup)
  4. Berolahraga
  5. Tidak banyak pikiran (stress)
Pada hakikatnya kematian adalah suatu hal yang pasti datangnya. Dalam berbagai ajaran agama kematian dianggap sebagai pintu gerbang menuju dunia yang lebih kekal sifatnya.  Kesiapan menghadapi kematian berarti keadaan lansia yang telah siap menghadapi kematian dan siap melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk menghadapi kematian sehingga tidak mendatangkan penyesalan apapun saat kematian itu datang.
Postrpower syndrome adalah gejala ketidak setabilan psikis seseorang yang muncul pada dirinya setelah hilangnya jabatan atau kekuasaan. Gangguan ini terjadi pada orang yang merasa dirinya sudah tidak dianggap dan tidak dihormati lagi. Menurut Supemo individu yang mengalami postpower syndrome menunjukkan adanya gangguan baik sikap maupun perilaku.
Uswatun hasanah perlu diterapkan pada lingkungan dari sekitar kita agar disetiap saat anak melihat dan bercermin pada tingkah laku manusia yang ada disekitarnya, sehingga perilaku yang baik dapat meresap kedalam hatinya dan tumbuh berkembang bersama dengan fisiknya.
Membimbing untuk melakukan ibadah sehingga diharapkan hidupnya bermakna mempersiapkan diri dalam menghadapi kematiannya dan berharap menghantarkannya para lansia ini kepada kematian yang khusnul khotimah.



MASA DEWASA MADYA


REVIEW JURNAL KELOMPOK 11
MASA DEWASA MADYA

Pada umumnya usia madya atau usia setengah baya dipandang sebagai masa usia antara 40 – 60 tahun. Masa tersebut pada akhirnya akan ditandai oleh perubahan jasmani dan mental. Pada usia 60 tahun biasanya terjadi penurunan kekuatan fisik, sering pula diikuti oleh penurunan daya ingat. Walaupun dewasa ini banyak yang mengalami perubahan-perubahan tersebut lebih lambat dari pada masa lalu, namun garis batas tradisionalnya masih nampak. Meningkatnya kecenderungan untuk pensiun pada usia 60an sengaja atau tidak sengaja usia 60-an dianggap sebagai garis batas antara usia lanjut dengan usia madya.
Menurut  Monks, Knoers dan Heditono (2005) dan Hurlock (2005) bahwa usia dewasa madya merupakan masa yang sulit dalam rentang kehidupan seseorang, dan seberapa besar usaha seseorang untuk menyesuaikan diri, hasilnya akan tergantung pada dasar-dasar yang ditanamkan pada awal kehidupan seseorang tersebut, terutama harapan yang sesuai dengan peran yang diterima masyarakat.
Karakteristik Usia Dewasa Madya
1.      Periode usia yang menakutkan
2.      Periode transisi
3.      Masa Penyesuaian Kembali     
4.      Menderita stres (Time Of Stress)
5.      Usia yang membahayakan (Dangerous Age)
6.      Usia yang canggung
7.      Masa berprestasi (Time of Achievement)
8.      Masa evaluasi (Time of Evaluation)
9.      Masa kebosanan
10.  Masa rumah menjadi kosong (Empty Nest)
            Pada masa dewasa madya terjadi perubahan fungsi fisik yang tak mampu berfungsi seperti sedia kala, dan beberapa organ tubuh tertentu mulai kehilangan (menurun) fungsinya. Melihat dan mendengar merupakan dua perubahan yang paling menyusahkan paling banyak tampak dalam dewasa tengah. Daya akomodasi mata untuk memfokuskan dan mempertahankan gambar pada retina akan mengalami penurunan tajam antara usia 40 tahun keatas.
Karena pada usia tersebut aliran darah pada mata juga berkurang. Pendengaran mungkin juga mulai menurun pada usia ini yaitu mulai memasuki usia 40. Meskipun kemampuan untuk mendengar suara-suara bernada rendah tidak begitu kelihatan. Laki-laki biasanya kehilangan sensitifitasnya terhadap suara bernada tinggi lebih dahulu daripada perempuan. Hal ini mungkin disebabkan oleh lebih besarnya pengalaman laki-laki terhadap suaru gaduh dalam pekerjaan.
Usia pertengahan dipenuhi tanggung jawab berat dan berbagai peran yang menyita waktu dan energi, seperti menjalankan rumah tangga, departemen atau perusahaan, memiliki anak dan mungkin memelihara orangtua yang sudah uzur atau memulai karir baru.
              Usia madya merupakan periode yang sangat ditakuti, diantaranya adalah banyaknya stereotip yang tidak menyenangkan tentang usia madya, yaitu kepercayaan tradisional tentang kerusakan mental dan fisik. Dimana individu merasa takut akan terjadinya perubahan perubahan yang terjadi dalam dirinya terutama fisiknya.
Havighurst (dalam Hurlock, 2012: 10) menyebutkan beberapa tugas perkembangan yang berkaitan dengan generativitas pada dewasa madya yaitu:
1.      Mencapai tanggung jawab sosial sebagai warga Negara
2.      Membantu remaja belajar untuk menjadi dewasa yang bertanggung jawab dan bahagia.
3.      Mengembangkan kegiatan-kegiatan di waktu senggang
4.      Menghubungan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu
5.      Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan fisiologis
6.      Mencapai dan mempertahankan prestasi dalam karier pekerjaan.
7.      Menyesuaikan diri dengan orang yang lebih tua.
    Sarafino (2006) bahwa berinteraksi dengan orang lain dapat memodifikasi atau mengubah individu mengenai kejadian negatif menjadi positif. Dukungan sosial didefinisikan sebagai keberadaan orang lain yang dapat diandalkan untuk memberi bantuan, semangat, penerimaan dan perhatian, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan hidup bagi individu yang bersangkutan. Sarafino mengemukakan bahwa dukungan sosial mengacu pada akan kenyamanan, kepedulian, penghargaan atau bantuan yang diterima individu dari orang lain atau kelompok dalam masyarakat. Hal tersebut menunjukkan bahwa dukungan sosial adalah bantuan yang didapat individu dari orang lain atau kelompok, baik yang berupa bantuan materi maupun non materi, yang dapat menimbulkan perasaan nyaman secara fisik dan psikologis bagi individu yang bersangkutan.
    Dalam kehidupan rumah tangga dan karier dalam kehidupan masa dewasa. Dalam berkeluarga juga terdapat masa yang sulit dan bermasalah dikatakan sebagai masa yang sulit dan bermasalah dalam kehidupan berluarga. Hal ini dikarenakan seseorang itu harus mengadakan penyesuaian dengan peran barunya (perkawinan vs. pekerjaan) dan tanggung jawabnya dalam rumah tangganya dan kariernya dalam bekerja sehingga dapat membentuk satu kesatuan yang harmonis dan berjalan dengan lancar.
memiliki identitas yang jelas dan kepribadian yang mantap.
            Sebaliknya, jika seorang dewasa memiliki nilai-nilai non agama, itupun akan dipertahankannya sebagai pandangan hidupnya. Jika beragaman orang dewasa memiliki perspektif yang luas didasarkan nilai-nilai yang dimilikinya beragama bagi orang dewasa sudah merupakan sikap hidup dan bukan sekedar ikut-ikutan. Sejalan dengan tingkat perkembangan usinya, maka sikap beragamaan pada orang dewasa memiliki ciri-ciri:
a)      Menerima kebenaran agama berdasarkan pemikiran yang matang bukan, sekedar ikut-ikutan.
b)      Cenderung bersifat realis, sehingga norma-norma agama lebih banyak diaplikasikan dalam sikap dan tingkah laku .
c)      Bersikat positif terhadap ajaran dan norma-norma.
d)     Tingkat ketaatan beragama didasarkan atas pertimbangan dan tanggung jawab.
e)      Bersikap lebih terbuka dan wawasan yang lebih luas.
f)       Bersifat lebih kritis terhadap materi dalam ajaran agama.
g)      Sikap keberagamaan cenderung mengarah kepada tipe-tipe kepribadian masing-masing.
h)      Terlihat adanya hubungan antara sikap keberagamaaan dengan kehidupan social.

Perubahan yang terjadi pada usia menopause terbagi dalam pre menopause berumur antara 40-50 tahun dan menopause berumur 50-65 tahun. Sebagian besar wanita mulai mengalami gejala menopause pada usia 40-an dan puncaknya tercapai pada usia 50 tahun.
Dalam psikologi perkembangan masa usia madya dapat dikategorikan dalam dua jenjang yaitu pada usia 40- 50 tahun disebut dengan masa dewasa madya dini, sedangkan usia 50-65 disebut dewasa madya usia lanjut. Dimana pada usia madya merupakan masa yang sangat ditakuti, kebanyakan wanita yang memasuki masa menopause tidak akan mengakui bahwa mereka telah mencapai masa tersebut. Selain itu masa dewasa madya merupakan masa transisi, transisi senantiasa berarti penyesuaian diri terhadap minat, nilai, dan pola perilaku yang baru. Masa dewasa madya juga merupakan masa stress, usia canggung, masa evaluasi, masa sepi, serta masa jenuh. banyak wanita yang mengalami kejenuhan pada akhir usia 40an.












                                                                                                                                 

JURNAL PSIKOLOGI MASA DEWASA AWAL


REVIEW JURNAL KELOMPOK 10
JURNAL PSIKOLOGI MASA DEWASA AWAL

1.        Kematangan Pada Masa Dewasa Awal
Masa dewasa  awal merupakan periode penyesuaian diri terhadap pola-pola kehidupan yang baru dan harapan-harapan sosial baru. Orang dewasa awal diharapkan memainkan peran baru, seperti suami atau istri, orang tua, dan pencari nafkah, keinginan-keinginan baru, mengembangkan sikap-sikap baru, dan nilai-nilai baru sesuai tugas barunya. Penyesuaian diri masa dewasa merupakan periode khusus dan yang paling sulit dari rentang kehidupan manusia.
Dalam konteks perkembangan individu, kematangan psikologi adalah berkembangnya individu berdasarkan prinsip Life-Span Perspective. Life-Span Perspective merupakan prinsip dimana perkembangan adalah suatu proses yang terus menerus, tahap demi tahap seperti mata rantai yang salaing mengait. Havighurst mengatakan bahwa dunia modern saat ini, membutuhkan individu-individu yang matang dan kompleks. Artinya, individu harus memiliki kemandirian intelektual, toleran terhadap ambiguitas dan tidak dikendalikan oleh rasa takut dan tidak kaku. Individu yang matang adalah pribadi yang memiliki kemampuan problem solving. Kedewasaan atau kematangan adalah suatu keadaan bergerak maju kearah kesempurnaan. Oleh karena itu, seseorang yang disebut dewasa adalah individu yang telah siap menerima kedudukan dalam masyarakat.

2.      Perkembangan Kognitif, Sosial, Moral, Agama, Karier dan Perencanaan Pembentukan Keluarga
a.      Perkembangan Kognitif
Schaie membagi tahap perkembangan kognitif dewasa awal menjadi beberapa tahap, yaitu:
1)        Tahap menguasai pengetahuan dan ketrampilan (acquisitive, 6-25 tahun) 
2)         Tahap pencapaian prestasi (achieving stage, 24-34 tahun)
3)        Tahap tanggung jawab (responsibility stage)                         
b.      Perkembangan Karier
Super (dalam Aci, dkk, 2009) mendefinisikan kematangan karier sebagai keberhasilan individu untuk menyelesaikan tugas-tugas perkembangan karier yang khas bagi tahap perkembangan tertentu, kematangan karier memiliki beberapa karakteristik, menurut Super ( dalam Sharf, 2006) pribadi yang matang karier memiliki kemampuan dalam aspek merencanakan karier, mengeksplorasi karier dengan sumber daya yang di miliki, kemampuan menggunakan pengetahuan dan pemikiran dalam membuat keputusan karier, memiliki pengetahuan tentang dunia kerja, pengetahuan mengenai pekerjaan yang diminati dan pengetahuan tentang kemampuan (Value) diri.

c.       Perkembangan Sosial
Untuk pertama kalinya orang dewasa awal akan mengalami keterpencilan sosial, yang di sebut oleh Erickson sebagai krisis ketersaingan (isolasion crisis). Betapa berat tantangan yang harus di hadapi dewasa awal, karena menurut John P. Dworetzki menyebut usia dewasa awal sebagai masa timbulnya banyak masalah dalam kehidupan sosial. Mereka harus menghadapi beberapa keputusan penting yang berhubungan dengan kehidupan sosial, seperti hubungan dengan lawan jenis, anak-anak, teman seprofesi, persahabatan baru dan tugas lainya. Maka dewasa awal di sebut sebagai sosial yang belum matang dalam hubungan sosial sehingga pertumbuhan jiwa sosialnya masih tetap berkembang sejalan usia kedewasaanya.

d.      Perkembangan Moral
John Locke dan J.B Watson mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan moral manusia, yaitu:
1)   Pengalaman, sebagai proses belajar
2)   Keluarga, meliputi:
a.    Sikap atau keadaan social ekonomi keluarga
b.    Posisi dalam keluarga
c.    Sifat anggota kelurga lain
3)   Kebudayaan, meliputi:
a.    Bila anak hidup di suasana yang memalukan, dia belajar untuk selalu merasa bersalah.
b.    Bila orang berada di lingkungan orang-orang yang kritis, dia akan memiliki argument yang relevan saat bicara.
e.       Perkembangan Agama
Usia dewasa awal dari kelas menengah akan lebih tertarik dan aktif dalam melakukan kegiatan keagamaan dari pada mereka yang berada di bawah dan diatasnya. Pada umumnya orang dewasa awal mempunyai minat agama, walaupun tahun-tahun pertama minatnya masih kecil. Perubahan dalam kepercayaan, sikap, dan perilaku religious di kalangan orang dewasa secara integral berkaitan dengan perubahan struktur kepribadian. Orang dewasa muda memilih arah hidup yang akan diambil, dengan menghadapi godaan berbagai kemungkinan pilihan. orang dewasa muda berawal ketika krisis identitas masa muda berlalu. Dengan kurang mengetahui siapa diri mereka, orang dewasa muda memasuki hubungan baru karena tanggungjawab yang bertambah, yang merupakan pengalaman dengan konfli-konfliknya sendiri.

f.       Perencanaan Membentuk Keluarga pada Masa Dewasa Awal


3.        Menemukan Jati Diri Pada Masa Dewasa Awal
Hurlock menguraikan secara ringkas ciri-ciri dewasa yang menonjol dalam masa-masa dewasa awal, sebagai berikut:
a.    Masa dewasa awal sebagai masa pengaturan.
Pada masa saat ini menerima tanggung jawab sebagai orang dewasa. Seorang pria mulai mencari pola hidup, mengembangkan perilaku dan menetapkan pilihan pekerjaan sebagai kariernya, dan wanita mulai menerima tanggung jawab sebagai ibu dan pengurus rumah tangga.
b.    Masa dewasa awal sebagai usia reproduktif.
Menjadi orang tua merupakan salah satu peran yang paling penting dalam hidup orang dewasa.
c.    Masa dewasa awal sebagai masa bermasalah.
Dalam tahun-tahun awal masa dewasa banyak masalah baru yang harus dihadapi seseorang.
d.   Masa dewasa awal sebagai masa ketegangan emosional.
Berusaha memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi, tetapi mereka agak bingung dan mengalami keresahan emosional.
e.    Masa dewasa awal sebagai masa keterasingan social.
Keterasingan terjadi kerena perubahan lingkungan kelompok sosialnya dan peran yang harus dimainkan.
f.     Masa dewasa awal sebagai masa komitmen.
g.    Masa dewasa awal merupakan masa ketergantungan.
Setelah mencapai status dewasa, banyak individu yang yang masih tergantung pada orang-orang tertentu  dalam jangka waktu yang berbeda-beda.
h.    Masa dewasa awal sebagai masa perubahan nilai.
i.      Masa dewasa awal sebagai masa penyesuaian diri dengan cara hidup baru.
j.      Masa dewasa awal sebagai masa kreatif.

4.      Kemandirian dalam Bersikap, Bertindak, Ekonomi Pada Masa Dewasa Awal
Menurut Havighurst (Turner dan Helms, 1995) mengemukakan tugas-tugas perkembangan dewasa awal, diantaranya :
a)    Memilih teman bergaul (sebagai calon suami atau istri)
b)   Belajar hidup bersama dengan suami istri
c)    Mulai hidup dalam keluarga atau hidup berkeluarga
d)   Mengelola rumah tangga
e)      Mulai bekerja dalam suatu jabatan
f)    Mulai bertangung jawab sebagai warga Negara secara layak

5.        Pendidikan di Usia Dewasa Awal
Orang dewasa dalam belajar mempunyai ciri atau karakteristik berbeda dengan anak –anak antara lain karakteristiknya sebagai berikut:
a.       Pembelajaran lebih mengarah ke suatu proses pendewasaan, seseorang akan berubah dari bersifat tergantung menuju ke arah memiliki kemampuan mengarahkan diri sendiri, dan memerlukan pengarahan diri walaupun dalam keadaan tertentu mereka bersifat tergantung.
b.      Karena prinsip utama adalah memperoleh pemahaman dan kematangan diri untuk bisa survive, maka pembelajaran yang lebih utama menggunakan eksperimen, diskusi, pemecahan masalah, latihan, simulasi dan praktek lapangan.
c.       Orang dewasa akan siap belajar jika materi latihanya sesuai dengan apa yang ia rasakan sangat penting dalam memecahkan  masalah kehidupanya, oleh karena itu menciptakan kondisi belajar, alat-alat, serta prosedur akan menjadikan orang dewasa siap belajar. Dengan kata lain program belajar harus disusun sesuai dengan kebutuhan kehidupan mereka yang sebenarnya dan urutan penyajian harus disesuaikan dengan kesiapan peserta didik.
d.      Pengembangan kemampuan di orientasikan belajar terpusat kepada kegiatanya. Dengan kata lain cara menyusun pelajaran berdasarkan kemampuan-kemampuan apa atau penampilan yang bagaimana yang diharapkan ada pada peserta didik (Tisnowati Tamat, 1985 :20-22 ).

6.      Tanggung Jawab Sosial dan Moral Dewasa Awal Terhadap Orang Tua
Pembelajaran orang dewasa difokuskan pada pembedaan tugas-tugas hidup dan peran sosial yang berkaitan dengan pekerjaan dan tanggung jawabnya kepada keluarga ataupun kedua orang tua. Saat mendengar suara azan dan qamat, mengandung harapan dari orang tua, keluarga atau kerabat, agar anak bila dewasa selalu menghormati orang tuanya, tidak melupakan orang tuanya. Jadi, di sini diharapkan suatu tanggung jawab moral dari sang anak terhapap orang tuanya yang memelihara dan mendoakan sepanjang hidupnya.

7.        Partisipasi dan Kontribusi Terhadap Masyarakat dan Bangsa
Contoh kongkrit kontribusi dan partisipasi sebagai mahasiswa dewasa awal dalam membangun bangsa dan Negara yaitu:
a)      Bangga menggunakan produk Indonesia buatan anak bangsa
b)      Mentaati peraturan yang berlaku di Indonesia sebagai warga Negara yang baik.
c)      Membayar pajak sebagai kewajiban warga Negara
d)     Menggunakan hak demokrasi dengan sebaik-baiknya, contohnya dalam pemilu presiden maupun pilkada.
e)      Menajaga kebersihan lingkungan dimana saja.
f)       Menjujung norma-norma yang berlaku.
g)      Menghormati hak antar masyarakat
h)        Mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi.
i)        Bersikap jujur yang merupakan sikap kecil yang perlu di miliki setiap orang agar perilaku menyimpang seperti korupsi, yang mementingkan kepentingan pribadi tidak tumbuh dalam karakter bangsa.




PSIKOLOGI PERKEMBANGAN MASA REMAJA


REVIEW JURNAL KELOMPOK 9
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN MASA REMAJA

1. Definisi Remaja
Remaja adalah suatu masa di mana:
      Individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual.
      Individu mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa.
      Terjadi peralihan dari ketergantungan social-ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif lebih mandiri (Muang-man, 1980:9)
Proses penyesuian diri menuju kedewasaan, ada 3 tahap perkembangan remaja:
      Remaja Awal 12-15 tahun (early adolescence
      Remaja Madya 15-18 tahun (middle adolescence)
      Remaja akhir19-22 tahun (late adolescence)
2. Urutan Perubahan-Perubahan Fisik
Pada anak perempuan
      Pertumbhan tulang-tulang ( badan menjadi tinggi, anggota-anggota badan menjadi panjang
      Pertumbuhan payudara
      Tumbuh bulu berwarna gelap di kemaluan.
      Mencapai pertumbuhan ketinggian badan yang maksimal setiap tahunnya.
      Haid
      Tumbuh bulu-bulu ketiak

Pada anak laki-laki
      Pertumbuhan tulang-tulang
      Tumbuh bulu kemaluan yang halus, lurus, dan berwarna gelap
      Awal perubahan suara
      Pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimal setiap tahunya
      Tumbuh rambut-rambut halus di wajah (kumis, jenggot)
      Tumbuh bulu ketiak
      Tumbuh bulu di dada

3. Perkembangan Kognitif
Menurut Piaget masa remaja sudah mencapai tahap operasi formal (operasi) kegiatan-kegiatan mental tentang berbagai gagasan).Remaja secara mental telah dapat berpikir logis tentang berbagai gagasan yang abstrak.
4. Perkembangan Sosial
Pada masa remaja perkembangan sosial yaitu kemampuan untuk memahami orang lain. Remaja memahami orang lain sebagai individu yang unik, baik menyangkut sifat-sifat pribadi, minat nilai-nilai maupun perasaanya.
5. Perkembangan Moral
Melalui pengalaman atau berinteraksi sosial dengan orangtua, guru, teman sebaya, atau orang dewasa lainya, tingkat moralitas remaja sudah lebih matang jika dibandingkan dengan usia anak.
6. Pergaulan Remaja
Selama masa remaja siswa mengalami perubahan fisik, perilaku, dan sikap yang berlangsung sangat pesat. Siswa cenderung bersifat labil dan membutuhkan pengarahan secara intensif  baik yang datang dari guru maupun orang tua.
6. Dekadensi Moral Remaja
Kemerosotan moral atau yang sering kita dengar dengan istilah “Dekadensi moral sekarang ini tidak hanya melanda kalangan dewasa, melainkan juga telah menimpa kalangan pelajar yang menjadi generasi penerus bangsa.
7. Ramaja Putus Sekolah
Remaja putus sekolah adalah anak yang berusia 12 sampai dengan 21 tahun yang karena suatu sebab orang tuanya kurang mampu dan melalaikan kewajibannya ataupun karena faktor lain, sehingga tidak dapat terpenuhi kebutuhannya dengan wajar terutama dalam hal pendidikan.
8. Brokenhome
Perceraian didalam keluarga menimbulkan kerugian pada banyak pihak terutama pada anak.Perceraian dapat diartikan sebagai pecahnya suatu unit keluarga atau retaknya struktur peran sosial saat satu atau beberapa anggota keluarga tidak dapat menjalankan kewajiban peran secukupnya.
9. Pengaruh era global terhadap perkembangan remaja
pengaruh globalisasi sosial budaya pada era teknologi informasi dan komunikasi yang paling rentan adalah remaja, sebab remaja bisa mengakses sumber dari internet dan sebagainya secara langsung.Berdasarkan penjelasan tersebut maka perlu remaja mendapatkan pengawasan dari pihak orang tua, guru, dan masyarakat.
10.  Pendidikan Masa Remaja
Pendidikan para remaja sebagai generasi penerus bangsa adalah tanggungjawab orangtua, bangsa, dan negara. Tujuan pendidian jelas yakni agar kelak para remaja memiliki wawasan, ilmu pengetahuan, budi pekerti, dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk mengarungi masa depan mereka yang masih terbentang luas dan jauh













Review Jurnal Kelompok 1 dan Film

Review Tulis Tangan jurnal kelompok 1 dan review film