REVIEW
JURNAL KELOMPOK 10
JURNAL
PSIKOLOGI MASA DEWASA AWAL
1.
Kematangan
Pada Masa Dewasa Awal
Masa dewasa awal merupakan periode penyesuaian diri
terhadap pola-pola kehidupan yang baru dan harapan-harapan sosial baru. Orang
dewasa awal diharapkan memainkan peran baru, seperti suami atau istri, orang
tua, dan pencari nafkah, keinginan-keinginan baru, mengembangkan sikap-sikap
baru, dan nilai-nilai baru sesuai tugas barunya. Penyesuaian diri masa dewasa
merupakan periode khusus dan yang paling sulit dari rentang kehidupan manusia.
Dalam konteks
perkembangan individu, kematangan psikologi adalah berkembangnya individu
berdasarkan prinsip Life-Span
Perspective. Life-Span Perspective merupakan prinsip dimana perkembangan
adalah suatu proses yang terus menerus, tahap demi tahap seperti mata rantai
yang salaing mengait. Havighurst mengatakan bahwa dunia modern saat ini,
membutuhkan individu-individu yang matang dan kompleks. Artinya, individu harus
memiliki kemandirian intelektual, toleran terhadap ambiguitas dan tidak
dikendalikan oleh rasa takut dan tidak kaku. Individu yang matang adalah
pribadi yang memiliki kemampuan problem
solving. Kedewasaan atau kematangan adalah suatu keadaan bergerak maju
kearah kesempurnaan. Oleh karena itu, seseorang yang disebut dewasa adalah
individu yang telah siap menerima kedudukan dalam masyarakat.
2.
Perkembangan
Kognitif, Sosial, Moral, Agama, Karier dan Perencanaan Pembentukan Keluarga
a.
Perkembangan
Kognitif
Schaie membagi tahap
perkembangan kognitif dewasa awal menjadi beberapa tahap, yaitu:
1)
Tahap menguasai pengetahuan dan
ketrampilan (acquisitive, 6-25 tahun)
2)
Tahap pencapaian prestasi (achieving
stage, 24-34 tahun)
3)
Tahap tanggung jawab (responsibility
stage)
b.
Perkembangan
Karier
Super
(dalam Aci, dkk, 2009) mendefinisikan kematangan karier sebagai keberhasilan
individu untuk menyelesaikan tugas-tugas perkembangan karier yang khas bagi
tahap perkembangan tertentu, kematangan karier memiliki beberapa karakteristik,
menurut Super ( dalam Sharf, 2006) pribadi yang matang karier memiliki
kemampuan dalam aspek merencanakan karier, mengeksplorasi karier dengan sumber
daya yang di miliki, kemampuan menggunakan pengetahuan dan pemikiran dalam
membuat keputusan karier, memiliki pengetahuan tentang dunia kerja, pengetahuan
mengenai pekerjaan yang diminati dan pengetahuan tentang kemampuan (Value)
diri.
c.
Perkembangan
Sosial
Untuk
pertama kalinya orang dewasa awal akan mengalami keterpencilan sosial, yang di
sebut oleh Erickson sebagai krisis ketersaingan (isolasion crisis). Betapa berat tantangan yang harus di hadapi
dewasa awal, karena menurut John P. Dworetzki menyebut usia dewasa awal sebagai
masa timbulnya banyak masalah dalam kehidupan sosial. Mereka harus menghadapi
beberapa keputusan penting yang berhubungan dengan kehidupan sosial, seperti
hubungan dengan lawan jenis, anak-anak, teman seprofesi, persahabatan baru dan
tugas lainya. Maka dewasa awal di sebut sebagai sosial yang belum matang dalam
hubungan sosial sehingga pertumbuhan jiwa sosialnya masih tetap berkembang
sejalan usia kedewasaanya.
d.
Perkembangan
Moral
John
Locke dan J.B Watson mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan
moral manusia, yaitu:
1)
Pengalaman, sebagai proses belajar
2)
Keluarga, meliputi:
a.
Sikap atau keadaan social ekonomi
keluarga
b.
Posisi dalam keluarga
c.
Sifat anggota kelurga lain
3)
Kebudayaan, meliputi:
a.
Bila anak hidup di suasana yang
memalukan, dia belajar untuk selalu merasa bersalah.
b.
Bila orang berada di lingkungan
orang-orang yang kritis, dia akan memiliki argument yang relevan saat bicara.
e.
Perkembangan
Agama
Usia dewasa awal dari
kelas menengah akan lebih tertarik dan aktif dalam melakukan kegiatan keagamaan
dari pada mereka yang berada di bawah dan diatasnya. Pada umumnya orang dewasa
awal mempunyai minat agama, walaupun tahun-tahun pertama minatnya masih kecil.
Perubahan dalam kepercayaan, sikap, dan perilaku religious di kalangan orang
dewasa secara integral berkaitan dengan perubahan struktur kepribadian. Orang
dewasa muda memilih arah hidup yang akan diambil, dengan menghadapi godaan
berbagai kemungkinan pilihan. orang dewasa muda berawal ketika krisis identitas
masa muda berlalu. Dengan kurang mengetahui siapa diri mereka, orang dewasa
muda memasuki hubungan baru karena tanggungjawab yang bertambah, yang merupakan
pengalaman dengan konfli-konfliknya sendiri.
f. Perencanaan Membentuk Keluarga pada
Masa Dewasa Awal
3.
Menemukan
Jati Diri Pada Masa Dewasa Awal
Hurlock
menguraikan secara ringkas ciri-ciri dewasa yang menonjol dalam masa-masa
dewasa awal, sebagai berikut:
a. Masa
dewasa awal sebagai masa pengaturan.
Pada
masa saat ini menerima tanggung jawab sebagai orang dewasa. Seorang pria mulai
mencari pola hidup, mengembangkan perilaku dan menetapkan pilihan pekerjaan
sebagai kariernya, dan wanita mulai menerima tanggung jawab sebagai ibu dan
pengurus rumah tangga.
b. Masa
dewasa awal sebagai usia reproduktif.
Menjadi
orang tua merupakan salah satu peran yang paling penting dalam hidup orang
dewasa.
c. Masa
dewasa awal sebagai masa bermasalah.
Dalam
tahun-tahun awal masa dewasa banyak masalah baru yang harus dihadapi seseorang.
d. Masa
dewasa awal sebagai masa ketegangan emosional.
Berusaha
memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi, tetapi mereka agak bingung dan
mengalami keresahan emosional.
e. Masa
dewasa awal sebagai masa keterasingan social.
Keterasingan
terjadi kerena perubahan lingkungan kelompok sosialnya dan peran yang harus
dimainkan.
f. Masa
dewasa awal sebagai masa komitmen.
g. Masa
dewasa awal merupakan masa ketergantungan.
Setelah
mencapai status dewasa, banyak individu yang yang masih tergantung pada
orang-orang tertentu dalam jangka waktu
yang berbeda-beda.
h. Masa
dewasa awal sebagai masa perubahan nilai.
i. Masa
dewasa awal sebagai masa penyesuaian diri dengan cara hidup baru.
j. Masa
dewasa awal sebagai masa kreatif.
4.
Kemandirian
dalam Bersikap, Bertindak, Ekonomi Pada Masa Dewasa Awal
Menurut
Havighurst (Turner dan Helms, 1995) mengemukakan tugas-tugas perkembangan
dewasa awal, diantaranya :
a)
Memilih teman bergaul (sebagai calon
suami atau istri)
b)
Belajar hidup bersama dengan suami istri
c)
Mulai hidup dalam keluarga atau hidup
berkeluarga
d)
Mengelola rumah tangga
e)
Mulai bekerja dalam suatu jabatan
f)
Mulai bertangung jawab sebagai warga
Negara secara layak
5.
Pendidikan
di Usia Dewasa Awal
Orang
dewasa dalam belajar mempunyai ciri atau karakteristik berbeda dengan anak
–anak antara lain karakteristiknya sebagai berikut:
a.
Pembelajaran lebih mengarah ke suatu
proses pendewasaan, seseorang akan berubah dari bersifat tergantung menuju ke
arah memiliki kemampuan mengarahkan diri sendiri, dan memerlukan pengarahan
diri walaupun dalam keadaan tertentu mereka bersifat tergantung.
b.
Karena prinsip utama adalah memperoleh
pemahaman dan kematangan diri untuk bisa survive, maka pembelajaran yang lebih
utama menggunakan eksperimen, diskusi, pemecahan masalah, latihan, simulasi dan
praktek lapangan.
c.
Orang dewasa akan siap belajar jika
materi latihanya sesuai dengan apa yang ia rasakan sangat penting dalam memecahkan masalah kehidupanya, oleh karena itu
menciptakan kondisi belajar, alat-alat, serta prosedur akan menjadikan orang
dewasa siap belajar. Dengan kata lain program belajar harus disusun sesuai
dengan kebutuhan kehidupan mereka yang sebenarnya dan urutan penyajian harus
disesuaikan dengan kesiapan peserta didik.
d.
Pengembangan kemampuan di orientasikan
belajar terpusat kepada kegiatanya. Dengan kata lain cara menyusun pelajaran
berdasarkan kemampuan-kemampuan apa atau penampilan yang bagaimana yang diharapkan
ada pada peserta didik (Tisnowati Tamat, 1985 :20-22 ).
6. Tanggung Jawab Sosial dan Moral
Dewasa Awal Terhadap Orang Tua
Pembelajaran
orang dewasa difokuskan pada pembedaan tugas-tugas hidup dan peran sosial yang
berkaitan dengan pekerjaan dan tanggung jawabnya kepada keluarga ataupun kedua
orang tua. Saat mendengar suara azan dan qamat, mengandung harapan dari orang
tua, keluarga atau kerabat, agar anak bila dewasa selalu menghormati orang
tuanya, tidak melupakan orang tuanya. Jadi, di sini diharapkan suatu tanggung
jawab moral dari sang anak terhapap orang tuanya yang memelihara dan mendoakan
sepanjang hidupnya.
7.
Partisipasi
dan Kontribusi Terhadap Masyarakat dan Bangsa
Contoh
kongkrit kontribusi dan partisipasi sebagai mahasiswa dewasa awal dalam membangun
bangsa dan Negara yaitu:
a)
Bangga menggunakan produk Indonesia
buatan anak bangsa
b)
Mentaati peraturan yang berlaku di
Indonesia sebagai warga Negara yang baik.
c)
Membayar pajak sebagai kewajiban warga
Negara
d)
Menggunakan hak demokrasi dengan
sebaik-baiknya, contohnya dalam pemilu presiden maupun pilkada.
e)
Menajaga kebersihan lingkungan dimana
saja.
f)
Menjujung norma-norma yang berlaku.
g)
Menghormati hak antar masyarakat
h)
Mendahulukan kepentingan umum dari pada
kepentingan pribadi.
i)
Bersikap jujur yang merupakan sikap
kecil yang perlu di miliki setiap orang agar perilaku menyimpang seperti
korupsi, yang mementingkan kepentingan pribadi tidak tumbuh dalam karakter
bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar