Kamis, 09 April 2020

JURNAL PSIKOLOGI MASA DEWASA AWAL


REVIEW JURNAL KELOMPOK 10
JURNAL PSIKOLOGI MASA DEWASA AWAL

1.        Kematangan Pada Masa Dewasa Awal
Masa dewasa  awal merupakan periode penyesuaian diri terhadap pola-pola kehidupan yang baru dan harapan-harapan sosial baru. Orang dewasa awal diharapkan memainkan peran baru, seperti suami atau istri, orang tua, dan pencari nafkah, keinginan-keinginan baru, mengembangkan sikap-sikap baru, dan nilai-nilai baru sesuai tugas barunya. Penyesuaian diri masa dewasa merupakan periode khusus dan yang paling sulit dari rentang kehidupan manusia.
Dalam konteks perkembangan individu, kematangan psikologi adalah berkembangnya individu berdasarkan prinsip Life-Span Perspective. Life-Span Perspective merupakan prinsip dimana perkembangan adalah suatu proses yang terus menerus, tahap demi tahap seperti mata rantai yang salaing mengait. Havighurst mengatakan bahwa dunia modern saat ini, membutuhkan individu-individu yang matang dan kompleks. Artinya, individu harus memiliki kemandirian intelektual, toleran terhadap ambiguitas dan tidak dikendalikan oleh rasa takut dan tidak kaku. Individu yang matang adalah pribadi yang memiliki kemampuan problem solving. Kedewasaan atau kematangan adalah suatu keadaan bergerak maju kearah kesempurnaan. Oleh karena itu, seseorang yang disebut dewasa adalah individu yang telah siap menerima kedudukan dalam masyarakat.

2.      Perkembangan Kognitif, Sosial, Moral, Agama, Karier dan Perencanaan Pembentukan Keluarga
a.      Perkembangan Kognitif
Schaie membagi tahap perkembangan kognitif dewasa awal menjadi beberapa tahap, yaitu:
1)        Tahap menguasai pengetahuan dan ketrampilan (acquisitive, 6-25 tahun) 
2)         Tahap pencapaian prestasi (achieving stage, 24-34 tahun)
3)        Tahap tanggung jawab (responsibility stage)                         
b.      Perkembangan Karier
Super (dalam Aci, dkk, 2009) mendefinisikan kematangan karier sebagai keberhasilan individu untuk menyelesaikan tugas-tugas perkembangan karier yang khas bagi tahap perkembangan tertentu, kematangan karier memiliki beberapa karakteristik, menurut Super ( dalam Sharf, 2006) pribadi yang matang karier memiliki kemampuan dalam aspek merencanakan karier, mengeksplorasi karier dengan sumber daya yang di miliki, kemampuan menggunakan pengetahuan dan pemikiran dalam membuat keputusan karier, memiliki pengetahuan tentang dunia kerja, pengetahuan mengenai pekerjaan yang diminati dan pengetahuan tentang kemampuan (Value) diri.

c.       Perkembangan Sosial
Untuk pertama kalinya orang dewasa awal akan mengalami keterpencilan sosial, yang di sebut oleh Erickson sebagai krisis ketersaingan (isolasion crisis). Betapa berat tantangan yang harus di hadapi dewasa awal, karena menurut John P. Dworetzki menyebut usia dewasa awal sebagai masa timbulnya banyak masalah dalam kehidupan sosial. Mereka harus menghadapi beberapa keputusan penting yang berhubungan dengan kehidupan sosial, seperti hubungan dengan lawan jenis, anak-anak, teman seprofesi, persahabatan baru dan tugas lainya. Maka dewasa awal di sebut sebagai sosial yang belum matang dalam hubungan sosial sehingga pertumbuhan jiwa sosialnya masih tetap berkembang sejalan usia kedewasaanya.

d.      Perkembangan Moral
John Locke dan J.B Watson mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan moral manusia, yaitu:
1)   Pengalaman, sebagai proses belajar
2)   Keluarga, meliputi:
a.    Sikap atau keadaan social ekonomi keluarga
b.    Posisi dalam keluarga
c.    Sifat anggota kelurga lain
3)   Kebudayaan, meliputi:
a.    Bila anak hidup di suasana yang memalukan, dia belajar untuk selalu merasa bersalah.
b.    Bila orang berada di lingkungan orang-orang yang kritis, dia akan memiliki argument yang relevan saat bicara.
e.       Perkembangan Agama
Usia dewasa awal dari kelas menengah akan lebih tertarik dan aktif dalam melakukan kegiatan keagamaan dari pada mereka yang berada di bawah dan diatasnya. Pada umumnya orang dewasa awal mempunyai minat agama, walaupun tahun-tahun pertama minatnya masih kecil. Perubahan dalam kepercayaan, sikap, dan perilaku religious di kalangan orang dewasa secara integral berkaitan dengan perubahan struktur kepribadian. Orang dewasa muda memilih arah hidup yang akan diambil, dengan menghadapi godaan berbagai kemungkinan pilihan. orang dewasa muda berawal ketika krisis identitas masa muda berlalu. Dengan kurang mengetahui siapa diri mereka, orang dewasa muda memasuki hubungan baru karena tanggungjawab yang bertambah, yang merupakan pengalaman dengan konfli-konfliknya sendiri.

f.       Perencanaan Membentuk Keluarga pada Masa Dewasa Awal


3.        Menemukan Jati Diri Pada Masa Dewasa Awal
Hurlock menguraikan secara ringkas ciri-ciri dewasa yang menonjol dalam masa-masa dewasa awal, sebagai berikut:
a.    Masa dewasa awal sebagai masa pengaturan.
Pada masa saat ini menerima tanggung jawab sebagai orang dewasa. Seorang pria mulai mencari pola hidup, mengembangkan perilaku dan menetapkan pilihan pekerjaan sebagai kariernya, dan wanita mulai menerima tanggung jawab sebagai ibu dan pengurus rumah tangga.
b.    Masa dewasa awal sebagai usia reproduktif.
Menjadi orang tua merupakan salah satu peran yang paling penting dalam hidup orang dewasa.
c.    Masa dewasa awal sebagai masa bermasalah.
Dalam tahun-tahun awal masa dewasa banyak masalah baru yang harus dihadapi seseorang.
d.   Masa dewasa awal sebagai masa ketegangan emosional.
Berusaha memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi, tetapi mereka agak bingung dan mengalami keresahan emosional.
e.    Masa dewasa awal sebagai masa keterasingan social.
Keterasingan terjadi kerena perubahan lingkungan kelompok sosialnya dan peran yang harus dimainkan.
f.     Masa dewasa awal sebagai masa komitmen.
g.    Masa dewasa awal merupakan masa ketergantungan.
Setelah mencapai status dewasa, banyak individu yang yang masih tergantung pada orang-orang tertentu  dalam jangka waktu yang berbeda-beda.
h.    Masa dewasa awal sebagai masa perubahan nilai.
i.      Masa dewasa awal sebagai masa penyesuaian diri dengan cara hidup baru.
j.      Masa dewasa awal sebagai masa kreatif.

4.      Kemandirian dalam Bersikap, Bertindak, Ekonomi Pada Masa Dewasa Awal
Menurut Havighurst (Turner dan Helms, 1995) mengemukakan tugas-tugas perkembangan dewasa awal, diantaranya :
a)    Memilih teman bergaul (sebagai calon suami atau istri)
b)   Belajar hidup bersama dengan suami istri
c)    Mulai hidup dalam keluarga atau hidup berkeluarga
d)   Mengelola rumah tangga
e)      Mulai bekerja dalam suatu jabatan
f)    Mulai bertangung jawab sebagai warga Negara secara layak

5.        Pendidikan di Usia Dewasa Awal
Orang dewasa dalam belajar mempunyai ciri atau karakteristik berbeda dengan anak –anak antara lain karakteristiknya sebagai berikut:
a.       Pembelajaran lebih mengarah ke suatu proses pendewasaan, seseorang akan berubah dari bersifat tergantung menuju ke arah memiliki kemampuan mengarahkan diri sendiri, dan memerlukan pengarahan diri walaupun dalam keadaan tertentu mereka bersifat tergantung.
b.      Karena prinsip utama adalah memperoleh pemahaman dan kematangan diri untuk bisa survive, maka pembelajaran yang lebih utama menggunakan eksperimen, diskusi, pemecahan masalah, latihan, simulasi dan praktek lapangan.
c.       Orang dewasa akan siap belajar jika materi latihanya sesuai dengan apa yang ia rasakan sangat penting dalam memecahkan  masalah kehidupanya, oleh karena itu menciptakan kondisi belajar, alat-alat, serta prosedur akan menjadikan orang dewasa siap belajar. Dengan kata lain program belajar harus disusun sesuai dengan kebutuhan kehidupan mereka yang sebenarnya dan urutan penyajian harus disesuaikan dengan kesiapan peserta didik.
d.      Pengembangan kemampuan di orientasikan belajar terpusat kepada kegiatanya. Dengan kata lain cara menyusun pelajaran berdasarkan kemampuan-kemampuan apa atau penampilan yang bagaimana yang diharapkan ada pada peserta didik (Tisnowati Tamat, 1985 :20-22 ).

6.      Tanggung Jawab Sosial dan Moral Dewasa Awal Terhadap Orang Tua
Pembelajaran orang dewasa difokuskan pada pembedaan tugas-tugas hidup dan peran sosial yang berkaitan dengan pekerjaan dan tanggung jawabnya kepada keluarga ataupun kedua orang tua. Saat mendengar suara azan dan qamat, mengandung harapan dari orang tua, keluarga atau kerabat, agar anak bila dewasa selalu menghormati orang tuanya, tidak melupakan orang tuanya. Jadi, di sini diharapkan suatu tanggung jawab moral dari sang anak terhapap orang tuanya yang memelihara dan mendoakan sepanjang hidupnya.

7.        Partisipasi dan Kontribusi Terhadap Masyarakat dan Bangsa
Contoh kongkrit kontribusi dan partisipasi sebagai mahasiswa dewasa awal dalam membangun bangsa dan Negara yaitu:
a)      Bangga menggunakan produk Indonesia buatan anak bangsa
b)      Mentaati peraturan yang berlaku di Indonesia sebagai warga Negara yang baik.
c)      Membayar pajak sebagai kewajiban warga Negara
d)     Menggunakan hak demokrasi dengan sebaik-baiknya, contohnya dalam pemilu presiden maupun pilkada.
e)      Menajaga kebersihan lingkungan dimana saja.
f)       Menjujung norma-norma yang berlaku.
g)      Menghormati hak antar masyarakat
h)        Mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi.
i)        Bersikap jujur yang merupakan sikap kecil yang perlu di miliki setiap orang agar perilaku menyimpang seperti korupsi, yang mementingkan kepentingan pribadi tidak tumbuh dalam karakter bangsa.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Jurnal Kelompok 1 dan Film

Review Tulis Tangan jurnal kelompok 1 dan review film