REVIEW
JURNAL KELOMPOK 11
MASA
DEWASA MADYA
Pada
umumnya usia madya atau usia setengah baya dipandang sebagai masa usia antara
40 – 60 tahun. Masa tersebut pada akhirnya akan ditandai oleh perubahan jasmani
dan mental. Pada usia 60 tahun biasanya terjadi penurunan kekuatan fisik,
sering pula diikuti oleh penurunan daya ingat. Walaupun dewasa ini banyak yang
mengalami perubahan-perubahan tersebut lebih lambat dari pada masa lalu, namun
garis batas tradisionalnya masih nampak. Meningkatnya kecenderungan untuk
pensiun pada usia 60an sengaja atau tidak sengaja usia 60-an dianggap sebagai
garis batas antara usia lanjut dengan usia madya.
Menurut Monks, Knoers dan Heditono (2005) dan Hurlock
(2005) bahwa usia dewasa madya merupakan masa yang sulit dalam rentang
kehidupan seseorang, dan seberapa besar usaha seseorang untuk menyesuaikan
diri, hasilnya akan tergantung pada dasar-dasar yang ditanamkan pada awal
kehidupan seseorang tersebut, terutama harapan yang sesuai dengan peran yang
diterima masyarakat.
Karakteristik Usia
Dewasa Madya
1.
Periode usia yang menakutkan
2.
Periode transisi
3.
Masa Penyesuaian Kembali
4.
Menderita stres (Time Of Stress)
5.
Usia yang membahayakan (Dangerous Age)
6.
Usia yang canggung
7.
Masa berprestasi (Time of Achievement)
8.
Masa evaluasi (Time of Evaluation)
9.
Masa kebosanan
10.
Masa rumah menjadi kosong (Empty Nest)
Pada masa dewasa madya terjadi
perubahan fungsi fisik yang tak mampu berfungsi seperti sedia kala, dan
beberapa organ tubuh tertentu mulai kehilangan (menurun) fungsinya. Melihat dan
mendengar merupakan dua perubahan yang paling menyusahkan paling banyak tampak
dalam dewasa tengah. Daya akomodasi mata untuk memfokuskan dan mempertahankan
gambar pada retina akan mengalami penurunan tajam antara usia 40 tahun keatas.
Karena pada usia
tersebut aliran darah pada mata juga berkurang. Pendengaran mungkin juga mulai
menurun pada usia ini yaitu mulai memasuki usia 40. Meskipun kemampuan untuk
mendengar suara-suara bernada rendah tidak begitu kelihatan. Laki-laki biasanya
kehilangan sensitifitasnya terhadap suara bernada tinggi lebih dahulu daripada
perempuan. Hal ini mungkin disebabkan oleh lebih besarnya pengalaman laki-laki
terhadap suaru gaduh dalam pekerjaan.
Usia
pertengahan dipenuhi tanggung jawab berat dan berbagai peran yang menyita waktu
dan energi, seperti menjalankan rumah tangga, departemen atau perusahaan,
memiliki anak dan mungkin memelihara orangtua yang sudah uzur atau memulai
karir baru.
Usia madya merupakan periode yang
sangat ditakuti, diantaranya adalah banyaknya stereotip yang tidak menyenangkan
tentang usia madya, yaitu kepercayaan tradisional tentang kerusakan mental dan
fisik. Dimana individu merasa takut akan terjadinya perubahan perubahan yang
terjadi dalam dirinya terutama fisiknya.
Havighurst
(dalam Hurlock, 2012: 10) menyebutkan beberapa tugas perkembangan yang
berkaitan dengan generativitas pada dewasa madya yaitu:
1.
Mencapai tanggung jawab sosial sebagai
warga Negara
2.
Membantu remaja belajar untuk menjadi
dewasa yang bertanggung jawab dan bahagia.
3.
Mengembangkan kegiatan-kegiatan di waktu
senggang
4.
Menghubungan diri sendiri dengan
pasangan hidup sebagai suatu individu
5.
Menerima dan menyesuaikan diri dengan
perubahan-perubahan fisiologis
6.
Mencapai dan mempertahankan prestasi
dalam karier pekerjaan.
7.
Menyesuaikan diri dengan orang yang
lebih tua.
Sarafino (2006) bahwa berinteraksi dengan
orang lain dapat memodifikasi atau mengubah individu mengenai kejadian negatif
menjadi positif. Dukungan sosial didefinisikan sebagai keberadaan orang lain
yang dapat diandalkan untuk memberi bantuan, semangat, penerimaan dan
perhatian, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan hidup bagi individu yang
bersangkutan. Sarafino mengemukakan bahwa dukungan sosial mengacu pada akan
kenyamanan, kepedulian, penghargaan atau bantuan yang diterima individu dari
orang lain atau kelompok dalam masyarakat. Hal tersebut menunjukkan bahwa
dukungan sosial adalah bantuan yang didapat individu dari orang lain atau
kelompok, baik yang berupa bantuan materi maupun non materi, yang dapat
menimbulkan perasaan nyaman secara fisik dan psikologis bagi individu yang
bersangkutan.
Dalam kehidupan rumah tangga dan karier
dalam kehidupan masa dewasa. Dalam berkeluarga juga terdapat masa yang sulit
dan bermasalah dikatakan sebagai masa yang sulit dan bermasalah dalam kehidupan
berluarga. Hal ini dikarenakan seseorang itu harus mengadakan penyesuaian
dengan peran barunya (perkawinan vs. pekerjaan) dan tanggung jawabnya dalam
rumah tangganya dan kariernya dalam bekerja sehingga dapat membentuk satu
kesatuan yang harmonis dan berjalan dengan lancar.
memiliki identitas yang jelas dan kepribadian yang
mantap.
Sebaliknya,
jika seorang dewasa memiliki nilai-nilai non agama, itupun akan
dipertahankannya sebagai pandangan hidupnya. Jika beragaman orang dewasa
memiliki perspektif yang luas didasarkan nilai-nilai yang dimilikinya beragama
bagi orang dewasa sudah merupakan sikap hidup dan bukan sekedar ikut-ikutan.
Sejalan dengan tingkat perkembangan usinya, maka sikap beragamaan pada orang
dewasa memiliki ciri-ciri:
a)
Menerima kebenaran agama berdasarkan
pemikiran yang matang bukan, sekedar ikut-ikutan.
b)
Cenderung bersifat realis, sehingga
norma-norma agama lebih banyak diaplikasikan dalam sikap dan tingkah laku .
c)
Bersikat positif terhadap ajaran dan
norma-norma.
d)
Tingkat ketaatan beragama didasarkan
atas pertimbangan dan tanggung jawab.
e)
Bersikap lebih terbuka dan wawasan yang
lebih luas.
f)
Bersifat lebih kritis terhadap materi
dalam ajaran agama.
g)
Sikap keberagamaan cenderung mengarah
kepada tipe-tipe kepribadian masing-masing.
h)
Terlihat adanya hubungan antara sikap
keberagamaaan dengan kehidupan social.
Perubahan
yang terjadi pada usia menopause terbagi dalam pre menopause berumur antara
40-50 tahun dan menopause berumur 50-65 tahun. Sebagian besar wanita mulai
mengalami gejala menopause pada usia 40-an dan puncaknya tercapai pada usia 50
tahun.
Dalam
psikologi perkembangan masa usia madya dapat dikategorikan dalam dua jenjang
yaitu pada usia 40- 50 tahun disebut dengan masa dewasa madya dini, sedangkan
usia 50-65 disebut dewasa madya usia lanjut. Dimana pada usia madya merupakan
masa yang sangat ditakuti, kebanyakan wanita yang memasuki masa menopause tidak
akan mengakui bahwa mereka telah mencapai masa tersebut. Selain itu masa dewasa
madya merupakan masa transisi, transisi senantiasa berarti penyesuaian diri
terhadap minat, nilai, dan pola perilaku yang baru. Masa dewasa madya juga
merupakan masa stress, usia canggung, masa evaluasi, masa sepi, serta masa
jenuh. banyak wanita yang mengalami kejenuhan pada akhir usia 40an.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar