Kamis, 09 April 2020

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN PADA MASA USIA LANSIA


REVIEW JURNAL KELOMPOK 12
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN PADA MASA USIA LANSIA

Lansia merupakan salah satu fase kehidupan dimana pada fase ini  mulai terjadi adanya perubahan fisik serta kemunduran fungsi dalam tubuh dan termasuk tahap terakhir dalam perkembangan manusia.
Krisis menurut  KBBI adalah  setiap peristiwa yang sedang terjadi (diperkirakan) mengarah pada situasi tidak setabil dan berbahaya yang mempengaruhi individu, kelompok, komunitas, atau seluruh masyarakat. Krisis dianggap membawa perubahan negative dalam urusan keamanan, ekonomi, politik, sosial, atau lingkungan, terutama ketika krisis terjadi tiba-tiba, dengan sedikit atau tanpa peringatan.
Masa krisis hidup meliputi:
1. Perkembangan fisik dan motorik
2. Perkembangan sosial dan kognitif
3. Perkembangan agama dan moral
Status kesehatan lansia yang menurun seiring dengan bertambahnya usia akan memengaruhi kualitas hidup lansia. Bertambahnya usia akan diiringi dengan timbulnya berbagai penyakit, penurunan fungsi tubuh, keseimbangan tubuh dan risiko jatuh. Menurunnya status kesehatan lansia ini berlawanan dengan keinginan para lansia agar tetap sehat, mandiri dan dapat beraktivitas seperti biasa misalnya mandi, berpakaian, berpindah secara mandiri.
Kemampuan anak untuk bertanggung jawab, percaya diri, jujur, gigih dan memiliki kepekaan yang positif bentuk dari orang tua. Ketika orang tua telah memasuki masa lansia, diterapkannya sistem pendidikan oleh anak merupakan sebuah kepuasan yang tidak ternilai harganya. Berbeda dengan lansia yang gagal dalam mendidik anak, hal ini akan menjadi beban bagi lansia di hari tuannya. Lansia sangat senang dan merasakan kepuasan. Ketika jauh dengan cucu informan merasa bingung dan sedih,. Kehadiran cucu merupakan harapan yang di tunggu-tunggu dalam kehidupan lansia.
Kesehatan itu mahal harganya sehingga tidak seorangpun ingin sakit. Tetapi, sering penyakit datang dengan tiba-tiba hanya karena manusia lalai menjaga kesehatannya
  1. Mengatur makanan dan pola maka
  2. Menjaga kesehatan pribadi
  3. Mengatur istirahat (tidur yang cukup)
  4. Berolahraga
  5. Tidak banyak pikiran (stress)
Pada hakikatnya kematian adalah suatu hal yang pasti datangnya. Dalam berbagai ajaran agama kematian dianggap sebagai pintu gerbang menuju dunia yang lebih kekal sifatnya.  Kesiapan menghadapi kematian berarti keadaan lansia yang telah siap menghadapi kematian dan siap melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk menghadapi kematian sehingga tidak mendatangkan penyesalan apapun saat kematian itu datang.
Postrpower syndrome adalah gejala ketidak setabilan psikis seseorang yang muncul pada dirinya setelah hilangnya jabatan atau kekuasaan. Gangguan ini terjadi pada orang yang merasa dirinya sudah tidak dianggap dan tidak dihormati lagi. Menurut Supemo individu yang mengalami postpower syndrome menunjukkan adanya gangguan baik sikap maupun perilaku.
Uswatun hasanah perlu diterapkan pada lingkungan dari sekitar kita agar disetiap saat anak melihat dan bercermin pada tingkah laku manusia yang ada disekitarnya, sehingga perilaku yang baik dapat meresap kedalam hatinya dan tumbuh berkembang bersama dengan fisiknya.
Membimbing untuk melakukan ibadah sehingga diharapkan hidupnya bermakna mempersiapkan diri dalam menghadapi kematiannya dan berharap menghantarkannya para lansia ini kepada kematian yang khusnul khotimah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Jurnal Kelompok 1 dan Film

Review Tulis Tangan jurnal kelompok 1 dan review film