REVIEW
JURNAL KELOMPOK 12
PSIKOLOGI
PERKEMBANGAN PADA MASA USIA LANSIA
Lansia merupakan salah satu fase kehidupan dimana
pada fase ini mulai terjadi adanya
perubahan fisik serta kemunduran fungsi dalam tubuh dan termasuk tahap terakhir
dalam perkembangan manusia.
Krisis
menurut KBBI adalah setiap peristiwa yang sedang terjadi
(diperkirakan) mengarah pada situasi tidak setabil dan berbahaya yang
mempengaruhi individu, kelompok, komunitas, atau seluruh masyarakat. Krisis
dianggap membawa perubahan negative dalam urusan keamanan, ekonomi, politik,
sosial, atau lingkungan, terutama ketika krisis terjadi tiba-tiba, dengan
sedikit atau tanpa peringatan.
Masa krisis hidup meliputi:
1. Perkembangan fisik dan motorik
2. Perkembangan sosial dan kognitif
3. Perkembangan agama dan moral
Status kesehatan lansia yang menurun seiring dengan
bertambahnya usia akan memengaruhi kualitas hidup lansia. Bertambahnya usia
akan diiringi dengan timbulnya berbagai penyakit, penurunan fungsi tubuh,
keseimbangan tubuh dan risiko jatuh. Menurunnya status kesehatan lansia ini
berlawanan dengan keinginan para lansia agar tetap sehat, mandiri dan dapat
beraktivitas seperti biasa misalnya mandi, berpakaian, berpindah secara
mandiri.
Kemampuan anak untuk bertanggung jawab, percaya
diri, jujur, gigih dan memiliki kepekaan yang positif bentuk dari orang tua.
Ketika orang tua telah memasuki masa lansia, diterapkannya sistem pendidikan
oleh anak merupakan sebuah kepuasan yang tidak ternilai harganya. Berbeda
dengan lansia yang gagal dalam mendidik anak, hal ini akan menjadi beban bagi
lansia di hari tuannya. Lansia sangat senang dan merasakan kepuasan. Ketika
jauh dengan cucu informan merasa bingung dan sedih,. Kehadiran cucu merupakan
harapan yang di tunggu-tunggu dalam kehidupan lansia.
Kesehatan itu mahal harganya sehingga tidak
seorangpun ingin sakit. Tetapi, sering penyakit datang dengan tiba-tiba hanya
karena manusia lalai menjaga kesehatannya
- Mengatur
makanan dan pola maka
- Menjaga
kesehatan pribadi
- Mengatur
istirahat (tidur yang cukup)
- Berolahraga
- Tidak
banyak pikiran (stress)
Pada hakikatnya kematian adalah suatu hal yang pasti
datangnya. Dalam berbagai ajaran agama kematian dianggap sebagai pintu gerbang
menuju dunia yang lebih kekal sifatnya. Kesiapan menghadapi kematian berarti keadaan lansia yang telah siap
menghadapi kematian dan siap melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk
menghadapi kematian sehingga tidak mendatangkan penyesalan apapun saat kematian
itu datang.
Postrpower syndrome adalah gejala ketidak setabilan
psikis seseorang yang muncul pada dirinya setelah hilangnya jabatan atau
kekuasaan. Gangguan ini terjadi pada orang yang merasa dirinya sudah tidak
dianggap dan tidak dihormati lagi. Menurut Supemo individu yang mengalami
postpower syndrome menunjukkan adanya gangguan baik sikap maupun perilaku.
Uswatun hasanah perlu diterapkan pada lingkungan
dari sekitar kita agar disetiap saat anak melihat dan bercermin pada tingkah
laku manusia yang ada disekitarnya, sehingga perilaku yang baik dapat meresap
kedalam hatinya dan tumbuh berkembang bersama dengan fisiknya.
Membimbing untuk melakukan ibadah sehingga
diharapkan hidupnya bermakna mempersiapkan diri dalam menghadapi kematiannya
dan berharap menghantarkannya para lansia ini kepada kematian yang khusnul
khotimah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar