Kamis, 09 April 2020

BEBERAPA TEORI PSIKOLOGI PERKEMBANGAN POPULER


REVIEW JURNAL KELOMPOK 3
BEBERAPA TEORI PSIKOLOGI PERKEMBANGAN POPULER

1.        Teori Psikoanalisis
Pendiri teori psikoanalisis adalah Sigmund Freud (1856-1939). Freud mengambil metode Breuer mengenai hipnosis untuk menangani pasiennya, tetapi akhirnya tidak memuaskan dengan hipnosis tersebut, dan menggunakan asosiasi bebas (free association), merupakan perkembangan teknik dalam psikoanalisis (Schultz dan Schultz, 1992). Tujuan dari psikoanalisis dari Freud adalah membawa ke tingkat kesadaran mengenai ingatan atau pikiran-pikiran yang direpres atau ditekan, yang diasumsikan sebagai sumber perilaku yang tidak normal dari pasiennya.
Pendekatan psikoanalisis menganggap bahwa tingkah laku abnormal di sebabkan oleh faktor-faktor intropsikis (konflik tidak sadar, represi, kecemasan) yang menggangu penyesuaian diri. Menurut Freud, esensi pribadi seseorang bukan terletak pada apa yang ia tampilkan secara sadar, melainkan apa yang tersembunyi dalam ketidaksadarannya. Freud beranggapan bahwa gangguan jiwa pada orang dewasa, pada umumnya berasal dari pengalaman pada masa kanak-kanak.
2.        Teori Behaviorisme
Teori Behaviorisme adalah aliran yang khususnya terdapat di Amerika Serikat yang ditemukan oleh Jhon B. Watson, Ia menentang pendapat yang umum berlaku di saat itu bahwa dalam eksperimen-eksperimen psikologi diperlukan intropeksi. Intropeksi yang berarti mengamati perasaan sendiri, digunakan dalam eksperimen-eksperimen di laboratorium wundt untuk mengetahui ada atau tidak adanya perasaan-perasaan tertentu dalam diri orang yang diperiksa. Jadi, orang yang diperiksa dapat menegtahui perasaan-perasaan apa yang dapat ditimbulkan dalam eksperimennya.
Latar belakang timbulnya aliran behaviorisme yaitu :
a.    Akibat memuncaknya perkembangan ilmu pasti alam dan industrialisasi di Amerika.
b.    Hasil penyelidikan Ivan Pavlov, seorang bangsa rusia tentang psikologi refleks.
c.    Adanya dua aliran yang bertentangan di Amerika yaitu strukturalisme dan fungsionalisme.
d.   Filsafat fragmatisme ( wiliamjames ) yang popular di Amerika pula .
Teori behaviorisme disusun atas 3 dasar pokok yaitu :
a.    Ilmu jiwa bukan menyelidiki kesadaran melainkan menyelidiki tingkah laku.
b.    Segala tingkah laku tidak lain dari susunan refleks-refleks.
c.    Pembawaan dan keturunan tidak ada.
3.    Teori Kognitivisme
Teori kognitivisme, dikembangkan oleh Jean Piaget seorang psikolog Swiss yang hidup tahun 1896-1990. Teorinya memberikan banyak konsep utama dalam perkembangan konsep kecerdasan, yang bagi piaget berarti kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas muncul dan diperolehnya skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya dalam tahap-tahap perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam mempresentasikan informasi secara mental. Teori ini berpendapat bahwa kita membangun kemampuan kemampuan kognitif kita melalui tindakan yang termotivasi dengan sendirinya terhadap lingkungan. Dasar pemikiran dari teori kognitivisme adalah dasarnya rasional. Teori kognitivisme berusaha menjelaskan dalam belajar bagaimana orang-orang berfikir. Dalam aliran kognitivisme lebih mementingkan proses dari pada hasil itu sendiri
4.    Teori Empirisme
Empirisme secara etimologis berasal dari kata bahasa Inggris empiricism dan experience. Kata-kata ini berakar dari kata bahasa Yunani (empeiria) dan dari kata experietia yang berarti berpengalaman dalam, berkenalan dengan, terampil untuk. Empirisme adalah suatu doktrin filsafat yang menekankan peranan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan dan mengecilkan peranan akal. Istilah empirisme di ambil dari bahasa Yunani empeiria yang berarti coba-coba atau pengalaman. Sebagai suatu doktrin empirisme adalah lawan dari rasionalisme. Empirisme berpendapat bahwa pengetahuan tentang kebenaran yang sempurna tidak diperoleh melalui akal, melainkan di peroleh atau bersumber dari panca indera manusia, yaitu mata, lidah, telinga, kulit dan hidung. Dengan kata lain, kebenaran adalah sesuatu yang sesuai dengan pengalaman manusia.
5.    Teori Nativisme
Tokoh aliran Nativisme adalah Schopenhauer. Ia adalah filosof Jerman yang hidup pada tahun 1788-1880. Aliran ini berpandangan bahwa perkembangan individu ditentukan oleh faktor bahwa sejak lahir (Syah, 2008:43). Konon juga dijuluki sebagai aliran pesimistis yang memandang segala sesuatu dengan kacamata hitam (Syah, 2008:43). Karena aliran ini berkeyakinan bahwa perkembangan manusia itu ditentukan oleh pembawannya.
6.    Teori Kontruktivisme
Konstruktivisme adalah suatu filsafat yang menganggap pengetahuan adalah hasil dari konstruksi (bentukan) manusia sendiri. Manusia mengkonstruksi pengetahuan melalui interaksi dengan objek, fenomena, pengalaman dan lingkungan. Suatu pengetahuan dianggap benar bila pengetahuan itu dapat berguna untuk menghadapi dan memecahkan persoalan yang sesuai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Jurnal Kelompok 1 dan Film

Review Tulis Tangan jurnal kelompok 1 dan review film