REVIEW JURNAL KELOMPOK 3
BEBERAPA TEORI PSIKOLOGI PERKEMBANGAN POPULER
1.
Teori
Psikoanalisis
Pendiri teori psikoanalisis
adalah Sigmund Freud (1856-1939). Freud mengambil metode Breuer mengenai
hipnosis untuk menangani pasiennya, tetapi akhirnya tidak memuaskan dengan
hipnosis tersebut, dan menggunakan asosiasi bebas (free association), merupakan perkembangan teknik dalam
psikoanalisis (Schultz dan Schultz,
1992). Tujuan dari psikoanalisis dari Freud adalah membawa ke tingkat kesadaran
mengenai ingatan atau pikiran-pikiran yang direpres atau ditekan, yang
diasumsikan sebagai sumber perilaku yang tidak normal dari pasiennya.
Pendekatan psikoanalisis menganggap
bahwa tingkah laku abnormal di sebabkan oleh faktor-faktor intropsikis (konflik
tidak sadar, represi, kecemasan) yang menggangu penyesuaian diri. Menurut
Freud, esensi pribadi seseorang bukan terletak pada apa yang ia tampilkan
secara sadar, melainkan apa yang tersembunyi dalam ketidaksadarannya. Freud
beranggapan bahwa gangguan jiwa pada orang dewasa, pada umumnya berasal dari
pengalaman pada masa kanak-kanak.
2.
Teori
Behaviorisme
Teori
Behaviorisme adalah aliran yang khususnya terdapat di Amerika Serikat yang ditemukan oleh Jhon B. Watson, Ia menentang pendapat
yang umum berlaku di saat itu bahwa dalam eksperimen-eksperimen psikologi
diperlukan intropeksi. Intropeksi yang berarti mengamati perasaan sendiri, digunakan dalam
eksperimen-eksperimen di laboratorium wundt
untuk mengetahui ada atau tidak adanya perasaan-perasaan tertentu dalam diri orang yang
diperiksa. Jadi, orang yang diperiksa dapat menegtahui perasaan-perasaan apa
yang dapat ditimbulkan dalam eksperimennya.
Latar belakang timbulnya aliran
behaviorisme yaitu :
a.
Akibat memuncaknya
perkembangan ilmu pasti alam dan industrialisasi di Amerika.
b.
Hasil penyelidikan Ivan Pavlov, seorang
bangsa rusia tentang psikologi refleks.
c.
Adanya dua aliran yang
bertentangan di Amerika yaitu strukturalisme dan fungsionalisme.
d.
Filsafat fragmatisme (
wiliamjames ) yang popular di Amerika pula .
Teori behaviorisme disusun atas 3 dasar
pokok yaitu :
a.
Ilmu jiwa bukan
menyelidiki kesadaran melainkan menyelidiki tingkah laku.
b.
Segala tingkah laku
tidak lain dari susunan refleks-refleks.
c.
Pembawaan dan
keturunan tidak ada.
3. Teori Kognitivisme
Teori kognitivisme, dikembangkan oleh Jean Piaget seorang psikolog Swiss yang hidup tahun
1896-1990. Teorinya memberikan banyak konsep utama dalam perkembangan konsep
kecerdasan, yang bagi piaget berarti kemampuan untuk secara lebih tepat
merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep
yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas muncul dan diperolehnya skema
tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya dalam tahap-tahap
perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam mempresentasikan
informasi secara mental. Teori ini berpendapat bahwa kita membangun kemampuan
kemampuan kognitif kita melalui tindakan yang termotivasi dengan sendirinya
terhadap lingkungan. Dasar pemikiran dari teori kognitivisme adalah dasarnya
rasional. Teori kognitivisme berusaha menjelaskan dalam belajar bagaimana
orang-orang berfikir. Dalam aliran kognitivisme lebih mementingkan proses dari pada
hasil itu sendiri
4. Teori Empirisme
Empirisme secara
etimologis berasal dari kata bahasa Inggris empiricism dan experience. Kata-kata
ini berakar dari kata bahasa Yunani (empeiria) dan dari kata experietia
yang berarti berpengalaman dalam, berkenalan dengan, terampil untuk.
Empirisme adalah suatu doktrin filsafat yang menekankan peranan pengalaman
dalam memperoleh pengetahuan dan mengecilkan peranan akal. Istilah empirisme di
ambil dari bahasa Yunani empeiria yang berarti coba-coba atau pengalaman.
Sebagai suatu doktrin empirisme adalah lawan dari rasionalisme. Empirisme
berpendapat bahwa pengetahuan tentang kebenaran yang sempurna tidak diperoleh
melalui akal, melainkan di peroleh atau bersumber dari panca indera manusia,
yaitu mata, lidah, telinga, kulit dan hidung. Dengan kata lain, kebenaran
adalah sesuatu yang sesuai dengan pengalaman manusia.
5. Teori Nativisme
Tokoh aliran Nativisme adalah
Schopenhauer. Ia adalah filosof Jerman yang hidup pada tahun 1788-1880. Aliran
ini berpandangan bahwa perkembangan individu ditentukan oleh faktor bahwa sejak
lahir (Syah, 2008:43). Konon juga dijuluki sebagai aliran pesimistis yang
memandang segala sesuatu dengan kacamata hitam (Syah, 2008:43). Karena aliran
ini berkeyakinan bahwa perkembangan manusia itu ditentukan oleh pembawannya.
6. Teori Kontruktivisme
Konstruktivisme adalah suatu filsafat
yang menganggap pengetahuan
adalah hasil dari konstruksi (bentukan)
manusia sendiri. Manusia
mengkonstruksi pengetahuan melalui
interaksi dengan objek, fenomena, pengalaman dan lingkungan. Suatu
pengetahuan dianggap benar bila pengetahuan itu dapat berguna untuk
menghadapi dan memecahkan
persoalan yang sesuai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar