Kamis, 09 April 2020

MASA DALAM KANDUNGAN (PRENATAL) DAN MASA KELAHIRAN


REVIEW JURNAL KELOMPOK 4

MASA DALAM KANDUNGAN (PRENATAL)
DAN MASA KELAHIRAN

1.      Tahapan dan Proses Perkembangan dalam Kandungan
Masa prenatal (masa dalam kandungan) ditandai dengan proses pembentukan sistem jaringan dan struktur organ-organ fisik. Proses pertumbuhan dan  perkembangan dimulai sejak terjadinya konsepsi antara spermatozoon dengan sel telur yang merupakan bakal calon menjadi manusia. urutan perkembangan dalam masa prenatal telah pasti dan tidak dapat diubah, yaitu mulai dari kepala, mata, tubuh, tangan, kaki dan alat kelamin.
Fase atau tahapan masa prenatal dibedakan menjadi tiga fase, yaitu: fase germinal (2 minggu pertama), fase embrional (6-8 minggu berikutnya), dan fase fetal (mulai minggu ke-8 sampat saat dilahirkan). Waktu kehamilan berlangsung biasanya selama 270 hari kurang lebih 40 minggu setelah hari pertama menstruasi berakhir.
Adapun fase atau tahapan masa prenatal menurut pandangan islam yaitu tahap nutfah, tahap ‘Alaqah (segumpal darah), tahap Mudhghah (segumpal daging), tahap pemberian nyawa (Nafkh Ar-Ruh)

2.      Faktor Pengaruh Terhadap Janin dalam Kandungan
a.       Faktor pembawaan (hereditas)
b.      Faktor lingkungan
c.       Asupan gizi

3.      Resiko dalam Masa Kandungan
a.         Periode zigot
·         Kelaparan
·         Kurangnya persiapan uterine
·         Implantasi di tempat yang salah
b.        Periode embrio
·         Keguguran
·         Ketidakteraturan Perkembangan
c.         Periode fetal
·         Keguguran
·         Prematur

4.      Proses dan Teknik Melahirkan
a.        Proses melahirkan
Persalinan atau proses melahirkan dibagi menjadi 4 tahap. Tahapan persalinan tersebut dibagai menjadi yaitu, sebagai berikut:
1.        Kala I, kala I persalinan dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus dan pembukaan serviks, hingga mencapai pembukaan lengkap (10 cm). Kala I dinamakan juga kala pembukaan. Normalnya kala I berlangsung salama 12-14 jam.
2.        Kala II, kala II disebut juga dengan kala pengeluaran oleh karena itu kekuatan his dan kekuatan mengedan diperlukan guna janin didorong keluar sampai lahir.
3.        Kala III, Kala III disebut juga kala uri. Pada kala ini plasenta terlepas dari dinding uterus dan janin dilahirkan.
4.        Kala IV, kala IV mulai dari lahirnya plasenta sampai 2 jam kemudian. Dalam kala tersebut ibu akan diobservasi apakah terjadi perdarahan post partum.
b.        Teknik melahirkan
Berdasarkan caranya, persalinan dibagi menjadi 4 cara, yaitu:
1.        Persalinan spontan adalah persalinan yang berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri.
2.        Persalinan normal adalah proses kelahiran janin pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu) pada janin letak memanjang, presentasi belakang kepala yang disusul dengan pengeluaran plasenta dan seluruh proses kelahiran itu berakhir dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tindakan pertolongan buatantan pakomplikasi.
3.        Persalinan anjuran adalah persalinan yang terjadi jika kekuatan yang diperlukan untuk persalianan yang ditimbulkan dari 7luar dengan jalan rangsangan, yaitu merangsang otot rahim berkontraksi seperti dengan menggunakan prostaglandin, oksitosin, tau memecahkan ketuban.
Persalinan tindakan adalah persalinan yang tidak dapat berjalan normal secara spontan atau tidak berjalan sendiri, oleh karena itu terdapat indikasi adanya penyulitan persalinan sehingga persalinan dilakukan dengan memberikan tindakan menggunakan alat bantu.

5.      Tips Melahirkan yang Sehat
a.      Kebutuhan oksigen
Pemenuhan kebutuhan oksigen selama proses melahirkan perlu diperhatiakan oleh tenaga kesehatan terutama pada kala I dan II, dimana oksigen yang ibu hirup sangat penting artinya untuk oksigenasi janin melalui plasenta. Suplai oksigen yang tidak kuat dapat menghambat kemajuan persalinan dan dapat mengganggu keselamatan janin. Oksigen yang baik dapat diupayakan dengan pengaturan sirkulasiudara yang baik selama persalinan.
b.      Kebutuhan cairan dan nutrisi
Kebutuhan cairan dan nutrisi merupaakan kebutuhan yang harus diperhatiakan dengan baik oleh ibu selama proses persalinan. Asupan makanan yang cukup merupakan sumber dari glukasa darah yang merupakan sumber utama energy untuk sel-seltubuh. Kadar gula darah yang rendah akan mengakibatkan hipoglikemia. Sedangkan asupan cairan yang kurang akan mengakibatkan dehidrasi pada ibu saat persalinan.
c.       Kebutuhan eliminasi
Pemenuhan kebutuhan eliminasi salama persalinan perlu difasilitasi oleh tenaga kesehatan untuk membantu kemajuan persalinan dan meningkatkan kenyamanan pasien. Anjurkan ibu untuk berkemih secara spontan sesering mungkin atau minimal setiap 2 jam sekali selama persalianan.
d.      Kebutuhan hygiene (kebersihan personal)
Kebutuhan hygiene (kebersihan) ibu bersalin perlu diperhatikan tenaga medis dalam memberikan asuhan pada ibu bersalin, karena kebersihan yang baik dapat membuat ibu merasa aman dan relax, mengurangi kelelahan, mencegahinfeksi, mencegah gangguan sirkulasi darah, mempertahankan integeritas pada jaringan dan memelihara kesejahteraan fisik dan psikis.
e.       Posisi
Dengan memahami proses persalian yang tepat maka diharapkan dapat menghindari intervensi yang tidak  perlu sehingga dapat meningkatkan persalinan normal. Semakin normal proses kelahiran semakin aman kelahiran bayi itu sendiri.

6.      Perkiraan Waktu Kelahiran
Lama rara-rata periode kelahiran adalah 38 minggu atau 266 hari, tetapi hanya sedikit bayi yang lahir tepat pada waktunya. Ada kalanya bayi lahir lebih awal dan ada kalanya lebih lambat dari waktu rata-rata tersebut. Bayi yang lahir lebih awal disebut premature, sedangkan yang lebih lambat disebut pos matur.

7.      Upaya Memilih Jenis Kelamin
Untuk memperbesar kemungkinan mendapat bayi jenis kelamin laki-laki, dianjurkan agar hubungan seksual dilakukan tepat pada saat istri dalam masa ovulasi. Posisi hubungan seksual yang dianjurkan, istri memunggungi dada suami. Posisi ini, menurut Dokter Oswari (1960) lebih menjamin tersimpannya cairain sperma selain berdekatan sekali dengan bagian leher rahim istri. Dengan demikian, kromosom Y yang kemampuan berenangnya lebih cepat, praktis akan cepat pula mencapai sel telur. Sebuah studi di Prancis menganjurkan, bila menginginkan bayi laki-laki, disarankan agar lebih banyak mengkonsumsi makanan asin, daging, serta makanan yang banyak mengandng kalium seperti pisang, apricot, dan seledri.
Bila kita menginginkan bayi perempuan, hubungan seksual dilakukan sampai batas dua atau tiga hari sebelum masa ovulasi. Dengan demikian, hanya kromosom X yang lebih bertahan lama sementara menunggu sel telur terlepas dari ovarium. Sebelum hubungan seks ual dilakukan, dianjurkan untuk mengkonsumsi cairan asam. Di sini, dianjurkan pula agar penetrasi pria tidak terlalu dalam, sehingga diharapkan sel sperma kromosom X saja yang berkesempatan tetap hidup dan terus berenang menuju sel telur.



8.      Resiko Melahirkan
a.         Resiko melahirkan Caesar
1.        Resiko jangka pendek
a)         Infeksi pada bekas jahitan
b)        Infeksi Rahim
c)         Keloid
d)        Perdarahan
e)         Air Ketuban Masuk ke Pembuluh Darah
f)         Pembekuan Darah
g)        Cedera Pembuluh Darah
2.        Resiko jangka panjang
a)         Masalah Psikologis
b)        Pelekatan Organ Bagian Dalam
c)         Pembatasan Kehamilan

b.        Resiko melahirkan normal
1.        Plasenta Previa
Plasenta previa adalah keadaan ketika ari-ari atau plasenta berada dibawah rahim, sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir.
2.        Robekan Jalan Lahir
Robekan jalan lahir adalah penyebab kedua tersering dari perdarahan pasca persalinan. Robekan dapat terjadi bersama dengan Antonia uteri. Perdarahan pascapersalinan dengan uterus yang berkontraksi baik biasanya disebabkan oleh robekan serviks atau vagina.
3.        Retensio Plasenta
Retensio plasenta adalah tertahannya atau belum lahirnya plasenta hingga melebihi waktu 30 menit setelah bayi lahir.
4.        Sisa Plasenta
Sisa plasenta adalah suatu bagian dari plasenta, satu atau lebih tertinggal, maka uterus tidak dapat berkontraksi secara efektif.
5.        Perdarahan Pascapersalinan Tertunda (sekunder)
Perdarahan terjadi jika mengalamai anemia berat dan terdapat tanda-tanda infeksi. Perdarahan pascapersalinan yang lama atau tertunda mungkin menjadi tanda terjadinnya metritis.
6.        Letak lintang dan presentasi bahu
Presentasi ini terjadi jika sumbu panjang janin terletak melintang dan bahu merupakan bagian yang menjadi presentasi

9.      Dampak Kelahiran terhadap Status Keluarga, Ekonomi, Sosial, Budaya, Moral dan Agama
a.      Dampak kelahiran terhadap status keluarga, ekonomi dan sosial
Kajian dampak fertilitas (kelahiran) terhadap ekonomi keluarga menurut beberapa ahli lebih diorientasikan perilaku fertilitas pada masyarakat yang lebih maju (industri) dimana ekonomi material menjadi orientasi hidup individu (Goldscheider, 1985). Artinya bahwa modernisasi telah menyebabkan terjadinya transformasi struktual yaitu pergeseran peran keluarga (domestik) menjadi peran yang diambil alih institusi publik.
Anak tidak dilihat dalam kemanfaatan secara sosial tetapi lebih dianggap beban ekonomi karena biaya (cost) yang harus ditanggung berbanding lurus dengan jumlah anak yang dimiliki. Biaya yang dimaksud adalah biaya yang harus diberikan kepada lembaga-lembaga formal seperti pendidikan, kesehatan, pemenuhan kebutuhan hidup, peningkatan gizi keluarga, dan seterusnya.
Weber menegaskan bahwa perilaku sosial meripakan refleksi pikiran seorang hasil inetraksi dengan nilai nilai sosial kultural yang menjadi medianya. Memiliki anak adalah salah satu tujuan perkawinan atau pembentukan keluarga. Artinya setiap pasangan perkawinan dipastikan ingin memiliki anak.

             b. Dampak kelahiran terhadap budaya
Pada dasarnya masyarakat mengkhawatirkan masa kehamilanan persalinan. Masa kehamilan dan persalinan dideskripsikan oleh Bronislaw Malinowski menjadi fokus erhatian yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Ibu hamil dan yang akan bersalin dilindungi secar adat, religi, dan moral dengan tujuan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi. Merka menganggap masa tersebut adalah masa kritis karena bisa membahayakan janin atau ibunya. Masa tersebut direspon oleh masyarakat dengan strategi-strategi seperti dalam upacara kehamilan, anjuran, dan larangan secara tradisional.
Budaya pantang pada ibu hamil sebenarnya justru merugikan kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Misalnya ibu hamil dilarang makan telur dan daging, padahal telur dan daging justru sangat diperlukan untuk pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil dan janin. Berbagai pantangan tersebut akhirnya menyebabkan ibu hamil kekurangan gizi seperti anemia dan kurang energi kronis (KEK). Dampaknya, ibu mengalamipendarahan pada saat persalinan dan bayi yang dilahirkan memiliki berat badan rendah (BBLR) yaitu bayi lahir dengan berat kurang dari 2,5 kg. Tentunya hal ini sangat mempengaruhi daya tahan dan kesehatan si bayi.
        c. Dampak kelahiran terhadap moral dan agama
Adapun moralitas artinya keadaan nilai-nilai moral dalam hubungan dengan kelompok sosial. Moral juga diartikan sebagai karakter atau watak seseorang, perkembangan moral dan agama pada anak usia dini dapat diambil kesimpulan sebagai perubahan psikis yang dialami oleh anak usia dini terkait dengan kemampuannya dalam memahami dan melakukan perilaku yang baik serta memahami dan menghindari perilaku yang buruk berasarkan ajaran agaa yang diyakininya.
                                                                                                              
10.  Peran Orang Tua Terhadap Perkembangan Janin dalam Kandungan
Berikut ini adalah beberapa peran orang tua terhadap perkembangan janin dalam kandungan yaitu, sebagai berikut:
a.         Mendidik anak walau masih di dalam kandungan.
b.        Memperhatikan asupan makanan
c.         Memeriksakan kandungan
d.        Memperbanyak do’a dan rasa bersyukur.
e.         Menjaga emosi

11.  Pendidikan Dalam Kandungan
Pendidikan dimasa prenatal diakaitkan dengan presepsi pendengaran bayi. Pendengaran berkembang pada sekitar usia kehamilan 6 bulan dan diketahui dengan baik bahwa janin dapat menyerap dan merespon suara, seperti wicara dan musik. Pengenalan dan prefensi terhadap suara ibu pada bayi-bayi baru lahir ditengarai merupakan respon yang dipelajari berdasarkan pengalaman prenatal. Berbagai studi penelitian juga menunjukan bahwa bayi yang baru lahir dapat mengenali musik atau prosa yang telah dipaparkan kepada mereka semasa dalam kandungan, yang menunjukan perkembangan keterampilan-keterampilan kognitif seperti memori sebelum lahir.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Jurnal Kelompok 1 dan Film

Review Tulis Tangan jurnal kelompok 1 dan review film