Kamis, 09 April 2020

PERKEMBANGAN PADA MASA BAYI


REVIEW JURNAL KELOMPOK 5
PERKEMBANGAN PADA MASA BAYI

1.      Masa Bayi
Masa bayi dimulai dengan masa neonatal, yang terjadi setelah kelahiran sampai bayi berumur sekitar dua minggu. Pada masa ini, bayi masih sangat lemah, padahal harus melakukan penyesuaian diri secara radikal, supaya dapat melangsungkan hidupnya.
Masa bayi berlangsung selama dua tahun pertama kehidupan setelah periode bayi baru lahir selama dua minggu. Masa bayi sering dianggap sebagai keadaan tidak berdaya dimana bayi setiap hari belajar untuk semakin mandiri sehingga di akhir masa bayi dikenal sebagai anak kecil yang baru belajar berjalan.

2.      Perkembangan Aspek Fisik  dan Motorik
Aspek-aspek Kejasmanian yang berkembang pada masa ini ialah: otot-otot, urat-urat daging, tulang dan kelenjar berkembang makin kuat dan sempurna untuk persiapan berfungsinya organ-organ tubuh.
Tingkah laku instingtif pada bayi yang beberapa hari baru lahir sebagian besar waktunya digunakan untuk tidur. Sekitar 88% untuk tidur, sekitar 7% untuk minum susu, 1% untuk tingkah laku spontan.
Kemajuan-kemajuan motorik dalam tahun pertama yang berhubugan dengan penguasaan badan bedasarkan hasil penelitian Gesell yang dikutip oleh Sumadi Suryobroto sebagai berikut:
Umur 1 bulan  : mengamati alat permainan misalnya kelontang.
Umur 2 bulan  : memutar kepala, dapat meluruskan kepala, walaupun dengan agak susah.
Umur 3 bulan  : menarik-narik pakaian atau selimut.
Umur 4 bulan  : dapat meluruskan kepala jika diangkat ke atas pada dikedua tangannya.
 Umur 5 bulan : memperhatikan sesuatu sebentar lamanya, mengamati alat  permainan                    yang dipegangnya.
Umur 6 bulan  : membalik badan dari menelungkupkan ke letak menelentangka.
Umur 7 bulan  : dapat menggerakan badan ke muka jika mendapat bantuan, dapat                                  menggerakan kepala sambil berbaring pada perutnya
Umur 8 bulan  : dapat duduk selama beberapa menit.
Umur 9 bulan : jika berbaring pada punggungnya dia dapat menggulingkan badan sehingga dia berbaring pada perutnya, dapat duduk dengan sedikit                                bantuan.
Umur 10 bulan :  dapat duduk tanpa bantuan dan mulai merangkak.
Umur 11 bulan : mulai belajar berdiri.
Umur 12 bulan : mulai belajar berjalan.


3.      Perkembangan Intelegensi
Sejak tahun pertama dari usia anak, fungsi intelegensi sudah mulai nampak dalam tingkah lakunya, dalam tingkah laku motorik dan berbicara. Anak yang cerdas menunjukan gerakan yang lancar, serasi, dan koordinasi. Sedangkan anak yang kurang cerdas, gerakan-gerakannya kaku, dan kurang terkoordinasi. Anak yang cerdas biasanya cepat pula perkembangan bahasanya.

4.      Perkembangan Psikososial
Pengalaman sosial sejak dini merupakan peranan yang penting dalam menentukan hubungan sosial dimasa depan dan pola perilaku terhadap orang lain. Karena kehidupan anak berpusat disekitar rumah, maka dirumahlah berasal perilaku dan sikap sosial kelak. Perilaku sosial mengikuti pola yang cukup dapat diramalkan meskipun dapat terjadi perbedaan-perbedaan karena keadaan kesehatan atau keadaan emosi atau kondisi lingkungan. Pada saat dilahirkan anak tidak memilih dalam arti tidak memperdulikan siapa yang mengurus kebutuhannya. Nyatanya anak dapat ditenangkan dengan sentuhan lembut dari orang tua dan ASI dari seorang ibu.

5.      Perilaku Emosi Pada Masa Bayi
a.       Marah

Ekspresi marah ialah menjerit, meronta-ronta, menendang, mengibaskan tangan, memukul, berguling-guling, meronta.
b.      Ketakutan          
Rasa takut ialah: mejauhkan diri dari hal-hal yang menakutkan, merengek, menangis, menahan nafas.
c.       Rasa lnginTahu
Dilakukan dengan cara memegang benda-benda yang ingin diketahuinya.
d.      Bayi Gembira
Waktu diajak bercanda, digelitik, diajak bermain, mendapat benda atau permainan yang di senanginya.
e.       Menyenangi Sesuatu
Yang tampak waktu bayi memeluk, mendekap, menepuk-nepuk, mencium segala sesuatu yang disenanginya

6.      Perkembangan Bahasa
Suara pertama yang diucapakan oleh seorang bayi yang baru lahir adalah tangisan. Menangis adalah salah satu cara pertama bagi bayi berbicara dengan dunia luar. Melalui tangisan bayi memberikan tahukan kebutuhanya kepada orang lain seperti untuk menghilangkan rasa lapar, pedih, lelah, dan keadaan tubuh yang tidak menyenangkan lainnya. Agar “pembicaraan” tersebut lebih mudah dipahami oleh orang lain, alam menyediakan perbedaan kualitas suara tangis, sehingga pada minggu ketiga atau keempat dapat diketahui apa maksud tangisan bayi melalui nada, intensitas, dan gerakan-gerakan badan yang menyertainya.

7.      Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Perkembangan Bayi
A.    Orang tua adalah lingkungan yang pertama dan utama yang diharapkan dapat:
B.     Memberikan rangsangan agar sensomotoriknya dapat bereaksi.
C.     Memperhatikan Kesehatan dan gizi karena bayi belum dapat menolong diri sendiri.
D.    Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk berkembangnya kemampuan berbicara.
E.     Memberikan model tentang konsep moral dan nilai yang benar dan salah.
F.      Memberikan pujian atas kemajuan yang mereka capai.
G.    Memberikan kebiasaan bermain yang konstruktif.
                                                              


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Jurnal Kelompok 1 dan Film

Review Tulis Tangan jurnal kelompok 1 dan review film