REVIEW JURNAL KELOMPOK 5
PERKEMBANGAN PADA MASA BAYI
1.
Masa
Bayi
Masa bayi dimulai dengan masa neonatal, yang terjadi
setelah kelahiran sampai bayi berumur sekitar dua minggu. Pada masa ini, bayi
masih sangat lemah, padahal harus melakukan penyesuaian diri secara radikal,
supaya dapat melangsungkan hidupnya.
Masa bayi berlangsung selama dua tahun pertama kehidupan
setelah periode bayi baru lahir selama dua minggu. Masa bayi sering dianggap
sebagai keadaan tidak berdaya dimana bayi setiap hari belajar untuk semakin
mandiri sehingga di akhir masa bayi dikenal sebagai anak kecil yang baru
belajar berjalan.
2.
Perkembangan Aspek Fisik dan Motorik
Aspek-aspek Kejasmanian yang berkembang pada masa ini
ialah: otot-otot, urat-urat daging, tulang dan kelenjar berkembang makin kuat
dan sempurna untuk persiapan berfungsinya organ-organ tubuh.
Tingkah laku instingtif pada bayi yang beberapa hari baru
lahir sebagian besar waktunya digunakan untuk tidur. Sekitar 88% untuk tidur,
sekitar 7% untuk minum susu, 1% untuk tingkah laku spontan.
Kemajuan-kemajuan motorik dalam tahun pertama yang berhubugan dengan penguasaan badan bedasarkan hasil
penelitian Gesell yang dikutip oleh Sumadi Suryobroto sebagai berikut:
Umur 1 bulan :
mengamati alat permainan misalnya kelontang.
Umur 2 bulan :
memutar kepala, dapat meluruskan kepala, walaupun dengan agak
susah.
Umur 3 bulan : menarik-narik pakaian atau selimut.
Umur 4 bulan :
dapat meluruskan kepala jika diangkat ke atas pada dikedua tangannya.
Umur 5 bulan : memperhatikan sesuatu sebentar lamanya, mengamati alat permainan
yang dipegangnya.
Umur 6 bulan :
membalik badan dari menelungkupkan ke letak menelentangka.
Umur 7 bulan :
dapat menggerakan badan ke muka jika mendapat bantuan, dapat menggerakan kepala sambil berbaring pada perutnya
Umur 8 bulan :
dapat duduk selama beberapa menit.
Umur 9 bulan : jika berbaring pada punggungnya dia dapat menggulingkan
badan sehingga
dia berbaring pada perutnya, dapat duduk dengan sedikit bantuan.
Umur 10 bulan : dapat duduk
tanpa bantuan dan mulai merangkak.
Umur 11 bulan : mulai belajar berdiri.
Umur 12 bulan : mulai belajar berjalan.
3.
Perkembangan
Intelegensi
Sejak tahun pertama dari usia anak, fungsi intelegensi
sudah mulai nampak dalam tingkah lakunya, dalam tingkah laku motorik dan
berbicara. Anak yang cerdas menunjukan gerakan yang lancar, serasi, dan koordinasi. Sedangkan anak yang kurang
cerdas, gerakan-gerakannya kaku, dan kurang terkoordinasi. Anak yang cerdas biasanya
cepat pula perkembangan bahasanya.
4.
Perkembangan
Psikososial
Pengalaman sosial sejak dini merupakan peranan yang
penting dalam menentukan hubungan sosial dimasa depan dan pola perilaku
terhadap orang lain. Karena kehidupan anak berpusat disekitar rumah, maka
dirumahlah berasal perilaku dan sikap sosial kelak. Perilaku sosial mengikuti
pola yang cukup dapat diramalkan meskipun dapat terjadi perbedaan-perbedaan
karena keadaan kesehatan atau keadaan emosi atau kondisi lingkungan. Pada
saat dilahirkan anak tidak memilih dalam arti tidak memperdulikan siapa yang
mengurus kebutuhannya. Nyatanya anak dapat ditenangkan dengan sentuhan lembut
dari orang tua dan ASI dari seorang ibu.
5.
Perilaku
Emosi Pada Masa Bayi
a. Marah
Ekspresi
marah ialah menjerit, meronta-ronta, menendang, mengibaskan tangan, memukul,
berguling-guling, meronta.
b.
Ketakutan
Rasa takut ialah: mejauhkan diri dari hal-hal yang
menakutkan, merengek, menangis, menahan nafas.
c. Rasa lnginTahu
Dilakukan
dengan cara memegang benda-benda yang ingin diketahuinya.
d. Bayi Gembira
Waktu
diajak bercanda, digelitik, diajak bermain, mendapat benda atau permainan yang
di senanginya.
e. Menyenangi Sesuatu
Yang
tampak waktu bayi memeluk, mendekap, menepuk-nepuk, mencium segala sesuatu yang
disenanginya
6.
Perkembangan
Bahasa
Suara pertama yang diucapakan oleh seorang bayi yang baru
lahir adalah tangisan. Menangis adalah salah satu cara pertama bagi bayi
berbicara dengan dunia luar. Melalui tangisan bayi memberikan tahukan
kebutuhanya kepada orang lain seperti untuk menghilangkan rasa lapar, pedih,
lelah, dan keadaan tubuh yang tidak menyenangkan lainnya. Agar “pembicaraan”
tersebut lebih mudah dipahami oleh orang lain, alam menyediakan perbedaan
kualitas suara tangis, sehingga pada minggu ketiga atau keempat dapat diketahui
apa maksud tangisan bayi melalui nada, intensitas, dan gerakan-gerakan badan
yang menyertainya.
7.
Tanggung
Jawab Orang Tua Terhadap Perkembangan Bayi
A. Orang tua adalah lingkungan yang pertama dan utama yang
diharapkan dapat:
B. Memberikan rangsangan agar sensomotoriknya dapat
bereaksi.
C. Memperhatikan Kesehatan dan gizi karena bayi belum dapat
menolong diri sendiri.
D. Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk berkembangnya
kemampuan berbicara.
E. Memberikan model tentang konsep moral dan nilai yang
benar dan salah.
F. Memberikan pujian atas kemajuan yang mereka capai.
G. Memberikan kebiasaan bermain yang konstruktif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar