Kamis, 09 April 2020

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN MASA PRAREMAJA


REVIEW JURNAL KELOMPOK 8
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
MASA PRAREMAJA

A.    Masa  Pra-Pubertas (Pueral)
Masa pra remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, berlangsng antara usia 10-12 tahun. Pada masa pra remaja, banyak terjadi perubahan baik biologis atau psikologis maupun sosial. Namun umumnya proses pematangan fisik terjadi lebih cepat dari proses pematangan kejiwaan.
Masa ini adalah masa peralihan dari masa sekolah menuju masa pubertas, dimana seorang anak yang telah besar, (puer = anak besar) ini sudah ingin berlaku seperti orang dewasa tetapi dirinya belum siap, termasuk kelompok orang dewasa.
Pra pubertas berlangsung selama 1-3 tahun terakhir masa kanak-kanak.Dikatakan sebagai masa pra pubertas, karena tidak lagi dianggap kanak-kanak, namun belum juga remaja. Selama masa pra pubertas terjadi proses kematengan fisik dan psikis. Batasan usia bagi pria sekitar usia 10-11 tahun dan wanita 9-10 tahun. Selama priode ini proses kematangan ciri-ciri seks primer belum sepenuhnya berkembang, namun sudah terjadi perkembangan seks sekunder, seperti tumbuhnya bulu-bulu halus disekitar organ seks.
B.     Perkembangan Masa Pra-Remaja
1.      Perkembangan fisik
Perkembangan fisik pada masa ini tidak sama dengan pertumbuhan anak pada masa anak awal. Dibandingkan sebelumnya, pertumbuhan pada masa ini terkesan berjalan lebih lamban dan merupakan periode tenang sebelum memasuki pertumbuhan yang pesat pada masa pubertas atau menjelang masa remaja.Umumnya pada masa anak duduk di sekolah dasar. Tinggi dan berat badan, bentuk tubuh sudah menyerupai orang dewasa, “kegemukan bayi” sudah mulai berkembang, dikarenakan pada bagian kaki dan tangan mulai bertumbuh lebih panjang, dan tubuh lebih kurus, dada serta panggul lebih besar, berat dan kekuatan dada bertambah, serta kemampuan lari, meloncat, dan melempar bertambah baik. Selama tahun-tahun ini, mereka bertambah tinggi rata-rata sekitar 1-2 inci pertahun, sehingga pada usia 11 tahun tinggi rata-rata anak perempuan mencapai 147 cm dan anak laki-laki 146 cm. selama pertengahan dan masa akhir anak-anak, berat anak bertambah rata-rata 2,3-3,2 kg pertahun.

2.      Perkembangan kognitif
Berpikir logis (dengan objek konkret) adalah sifat-sifat atau ciri-ciri pada masa ini.Pikiran untuk menghitung atau mengerti kesatuan atau pengukuran adalah salah satu ciri yang paling menonjol dari operasional konkret anak.Anak-anak dalam tahap operasional konkreat mengerti klasifikasi, sub klasifikasi, dan multipel klasifikasi.Bunga mawar adalah bunga dan bunga adalah suatu tanaman.Bunga juga ada yang berwarna merah sesuatu yang baunya harum dan membuat senang jika diberikan pada ibu. Ini semua merefleksikan kemampuan anak-anak pada tahap ini untuk merasakan bahwa objek yang sama mempunyai keunikan dan kedudukan dalam segala situasi. Anak-anak ini juga berpikir logis dan anak juga dapat memperkirakan suatu objek (misalnya penggaris), menurut ukuran, tanpa mengukur dengan teliti.

3.      Perkembangan sosioemosional
Masa pra remaja ditandai dengan meningkatnya cara berpikir kritis. Pada masa ini anak selalu menanyakan sebab akibat dengan cara menyanggah pendapat orang dewasa. Pada masa ini juga anak mudah terjadi identifikasi yang sifatnya emosional dengan teman sebaya yang sejenis.Minat dan aktivitas mulai mencerminkan jenisnya secara lebih jelas.Pengendalian emosi dan kesedihan bertanggung jawab lebih terlihat melalui perbuatan atau tindakan. Pada masa ini, anak laki-laki dan perempuan senang bergabung dengan mereka yang sebayanya, jenis dan status yang sama. Mereka cepat membentuk hubungan-hubungan emosional dan membanggakan temannya atau kelompok mereka.

4.      Perkembangan motorik
Sedangkan perkembangan keterampilan motorik yaitu perkembangan penguasaan derajat pengendalian gerakan-gerakan tubuh melalui koordinasi kerja/fungsional antara system persyarafan dan system perototan. Perkembangan tersebut ditujukan sampai tingkat motor skill yaitu tingkat koordinasi yang halus, hanya otot-otot tertentu saja yang berperan dalam pola gerakan yang dihasilkan, yaitu gerakan yang dilakukan secara efisien dan tepat guna. Seperti biasanya perkembangan keterampilan motorik ini akan dimulai dari periode kehidupan anak-anak, anak besar, anak remaja, dewasa dan lansia.

5.      Perkembangan moral
Pada masa ini anak sudah dapat mengetahui dengan baik alasan-alasan atau prinsip-prinsip yang mendasari suatu peraturan.Anak sudah mampu membedakan macam-macam nilai moral serta macam-macam situasi dimana nilai-nilai moral itu dapat dikenakan. Anak sudah mengenal konsep-konsep moralitas seperti: kejujuran, hak milik, keadilan dan kehormatan. Pada masa ini, pada anak terdapat dorongan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat dinilai baik oleh orang lain. Jadi anak berbuat baik, bukan lagi untuk mendapat kepuasan fisik, melainkan untuk mendapat kepuasan psikologis yang diperoleh melalui persetujuan sosial.

6.      Perkembangan agama
Pada umumnya masa ini adalah masa yang paling goncang, sehingga banyak faktor yang mempengaruhi anak jauh dari agama. Pendidikan agama islam yang menjadi benteng bagi para remaja tidak didapatkan maupun diaplikasikan oleh anak pada kehidupan sehari-hari akan menimbulkan permasalahan yang menyimpang dari aturan agama dan aturan hukum, hal ini termasuk dalam kenakalan remaja dapat berupa tidak menaati peraturan sekolah, tidak masuk kelas atau bolos, tidak sopan dan perbuatan yang merugikan orang lain, menentang dan pembangkang terhadap guru dan  orang tua.

7.      Ciri Pubertas
Ciri-ciri pubertas pada perempuan
a.       Payudara akan mulai tumbuh dan terkadang terasa lebih lembut. Perubahan ini bisa terjadi pada salah satu payudara terlebih dahulu, kemudian disusul bagian lainnya.
b.      Rambut kemaluan mulai tumbuh dan kadang tumbuh rambut juga disekitar kaki dan tangan.
c.       Perubahan pada tubuh mulai terlihat dengan panggul yang mulai melebar.
d.      Muncul lemak yang akan mulai menumpuk pada bagian perut dan pantat.
Ciri-ciri pubertas pada laki-laki
a.       Testikel yang bertambah besar dan bagian skrotum terlihat menipis dan berwarna kemerahan.
b.      Rambut kemaluannya muncul pada area sekitar penis dan rambut-rambut halus muncul pada ketiak dan kaki.
c.       Mulai berkeringat dalam jumlah banyak
d.      Perubahan suara yang awalnya serak menjadi lebih berat
e.       Mengalami mimpi basah yaitu ejakulasi pertama yang biasanya dialami ketika sedang tidur
f.       Jerawat pada wajah dan kulit mulai berminyak
g.      Mengalami pertambahan tinggi badan.


C.     Peran Orang Tua, Masyarakat Dan Pemerintah Terhadap Pendidikan Dan Pergaulan Pra Remaja.
1.    Peran Orang Tua Terhadap Pendidikan dan Pergaulan Pra remaja
Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan, termasuk perkembangan sosial. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak. Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian lebih banyak ditentukan oleh keluarga, pola pergaulan, etika berinteraksi dengan orang lain banyak ditentukan oleh keluarga.
Anak yang berasal dari keluarga yang memiliki interaksi sosial yang baik, akan tumbuh dengan perkembangan sosial yang baik. Mereka akan belajar bertoleransi dengan orang lain. Mereka mampu menjadi orang yang bisa menerima kelebihan dan kekurangan orang lain

2.    Peran masyarakat terhadap pendidikan dan pergaulan pra remaja
Masyarakat adalah lembaga pendidikan yang ketiga, setelah pendidikan dilingkungan keluarga dan sekolah.Masyarakat mempunyai peran yang besar dalam pelaksanaan pendidikan.
Masyarakat harus berupaya memberikan bimbingan, arahan, nasihat, bahkan pendidikan secara moral agar dapat merubah perilaku pra remaja yang nakal menjadi lebih baik.Pra remaja sebagai generasi penerus yang sedag berkembang, sangat membutuhkan pengarahan, pembinaan, perhatian dan pendamping agara tetap terarah berjalan pada jalur yang benar.

3.    Peran Pemerintah terhadap pendidikan
Hasan (2006) menyatakan sekolah atau guru dapat berusaha untuk  membina hubungan sosial yang lebih stabil dalam jangka waktu yang lebih panjang. Peran utama pendidik adalah membantu peserta didik dapat menyelesaikan masalah sosial yang sesungguhnya yang akan dihadapinya di tempat kerja, keluarga, dan lingkungan masyarakat.

                                                                                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Jurnal Kelompok 1 dan Film

Review Tulis Tangan jurnal kelompok 1 dan review film