REVIEW
JURNAL KELOMPOK 8
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
MASA PRAREMAJA
A.
Masa Pra-Pubertas (Pueral)
Masa pra remaja
merupakan suatu fase perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa,
berlangsng antara usia 10-12 tahun. Pada masa pra remaja, banyak terjadi
perubahan baik biologis atau psikologis maupun sosial. Namun umumnya proses
pematangan fisik terjadi lebih cepat dari proses pematangan kejiwaan.
Masa ini adalah
masa peralihan dari masa sekolah menuju masa pubertas, dimana seorang anak yang
telah besar, (puer = anak besar) ini sudah ingin berlaku seperti orang dewasa
tetapi dirinya belum siap, termasuk kelompok orang dewasa.
Pra pubertas
berlangsung selama 1-3 tahun terakhir masa kanak-kanak.Dikatakan sebagai masa
pra pubertas, karena tidak lagi dianggap kanak-kanak, namun belum juga remaja.
Selama masa pra pubertas terjadi proses kematengan fisik dan psikis. Batasan
usia bagi pria sekitar usia 10-11 tahun dan wanita 9-10 tahun. Selama priode
ini proses kematangan ciri-ciri seks primer belum sepenuhnya berkembang, namun
sudah terjadi perkembangan seks sekunder, seperti tumbuhnya bulu-bulu halus
disekitar organ seks.
B.
Perkembangan
Masa Pra-Remaja
1.
Perkembangan
fisik
Perkembangan
fisik pada masa ini tidak sama dengan pertumbuhan anak pada masa anak awal.
Dibandingkan sebelumnya, pertumbuhan pada masa ini terkesan berjalan lebih
lamban dan merupakan periode tenang sebelum memasuki pertumbuhan yang pesat
pada masa pubertas atau menjelang masa remaja.Umumnya pada masa anak duduk di
sekolah dasar. Tinggi dan berat badan, bentuk tubuh sudah menyerupai orang
dewasa, “kegemukan bayi” sudah mulai berkembang, dikarenakan pada bagian kaki
dan tangan mulai bertumbuh lebih panjang, dan tubuh lebih kurus, dada serta
panggul lebih besar, berat dan kekuatan dada bertambah, serta kemampuan lari,
meloncat, dan melempar bertambah baik. Selama tahun-tahun ini, mereka bertambah
tinggi rata-rata sekitar 1-2 inci pertahun, sehingga pada usia 11 tahun tinggi
rata-rata anak perempuan mencapai 147 cm dan anak laki-laki 146 cm. selama
pertengahan dan masa akhir anak-anak, berat anak bertambah rata-rata 2,3-3,2 kg
pertahun.
2.
Perkembangan
kognitif
Berpikir logis (dengan objek konkret) adalah sifat-sifat atau
ciri-ciri pada masa ini.Pikiran untuk menghitung atau mengerti kesatuan atau pengukuran
adalah salah satu ciri yang paling menonjol dari operasional konkret
anak.Anak-anak dalam tahap operasional konkreat mengerti klasifikasi, sub
klasifikasi, dan multipel klasifikasi.Bunga mawar adalah bunga dan bunga adalah
suatu tanaman.Bunga juga ada yang berwarna merah sesuatu yang baunya harum dan
membuat senang jika diberikan pada ibu. Ini semua merefleksikan kemampuan
anak-anak pada tahap ini untuk merasakan bahwa objek yang sama mempunyai
keunikan dan kedudukan dalam segala situasi. Anak-anak ini juga berpikir logis
dan anak juga dapat memperkirakan suatu objek (misalnya penggaris), menurut
ukuran, tanpa mengukur dengan teliti.
3.
Perkembangan
sosioemosional
Masa pra remaja ditandai dengan meningkatnya cara berpikir kritis.
Pada masa ini anak selalu menanyakan sebab akibat dengan cara menyanggah
pendapat orang dewasa. Pada masa ini juga anak mudah terjadi identifikasi yang
sifatnya emosional dengan teman sebaya yang sejenis.Minat dan aktivitas mulai
mencerminkan jenisnya secara lebih jelas.Pengendalian emosi dan kesedihan
bertanggung jawab lebih terlihat melalui perbuatan atau tindakan. Pada masa
ini, anak laki-laki dan perempuan senang bergabung dengan mereka yang
sebayanya, jenis dan status yang sama. Mereka cepat membentuk hubungan-hubungan
emosional dan membanggakan temannya atau kelompok mereka.
4.
Perkembangan
motorik
Sedangkan
perkembangan keterampilan motorik yaitu perkembangan
penguasaan derajat pengendalian gerakan-gerakan tubuh melalui koordinasi
kerja/fungsional antara system persyarafan dan system perototan. Perkembangan
tersebut ditujukan sampai tingkat motor skill yaitu tingkat koordinasi yang
halus, hanya otot-otot tertentu saja yang berperan dalam pola gerakan yang
dihasilkan, yaitu gerakan yang dilakukan secara efisien dan tepat guna. Seperti
biasanya perkembangan keterampilan motorik ini akan dimulai dari periode
kehidupan anak-anak, anak besar, anak remaja, dewasa dan lansia.
5.
Perkembangan
moral
Pada masa ini anak sudah dapat mengetahui dengan baik alasan-alasan
atau prinsip-prinsip yang mendasari suatu peraturan.Anak sudah mampu membedakan
macam-macam nilai moral serta macam-macam situasi dimana nilai-nilai moral itu
dapat dikenakan. Anak sudah mengenal konsep-konsep moralitas seperti:
kejujuran, hak milik, keadilan dan kehormatan. Pada masa ini, pada anak
terdapat dorongan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat dinilai baik
oleh orang lain. Jadi anak berbuat baik, bukan lagi untuk mendapat kepuasan
fisik, melainkan untuk mendapat kepuasan psikologis yang diperoleh melalui
persetujuan sosial.
6.
Perkembangan
agama
Pada umumnya masa ini adalah masa yang paling goncang, sehingga
banyak faktor yang mempengaruhi anak jauh dari agama. Pendidikan agama islam
yang menjadi benteng bagi para remaja tidak didapatkan maupun diaplikasikan
oleh anak pada kehidupan sehari-hari akan menimbulkan permasalahan yang
menyimpang dari aturan agama dan aturan hukum, hal ini termasuk dalam kenakalan
remaja dapat berupa tidak menaati peraturan sekolah, tidak masuk kelas atau
bolos, tidak sopan dan perbuatan yang merugikan orang lain, menentang dan
pembangkang terhadap guru dan orang tua.
7.
Ciri Pubertas
Ciri-ciri pubertas pada perempuan
a.
Payudara akan
mulai tumbuh dan terkadang terasa lebih lembut. Perubahan ini bisa terjadi pada
salah satu payudara terlebih dahulu, kemudian disusul bagian lainnya.
b.
Rambut kemaluan
mulai tumbuh dan kadang tumbuh rambut juga disekitar kaki dan tangan.
c.
Perubahan pada
tubuh mulai terlihat dengan panggul yang mulai melebar.
d.
Muncul lemak
yang akan mulai menumpuk pada bagian perut dan pantat.
Ciri-ciri
pubertas pada laki-laki
a.
Testikel yang
bertambah besar dan bagian skrotum terlihat menipis dan berwarna kemerahan.
b.
Rambut
kemaluannya muncul pada area sekitar penis dan rambut-rambut halus muncul pada
ketiak dan kaki.
c.
Mulai
berkeringat dalam jumlah banyak
d.
Perubahan suara
yang awalnya serak menjadi lebih berat
e.
Mengalami mimpi
basah yaitu ejakulasi pertama yang biasanya dialami ketika sedang tidur
f.
Jerawat pada
wajah dan kulit mulai berminyak
g.
Mengalami
pertambahan tinggi badan.
C.
Peran Orang
Tua, Masyarakat Dan Pemerintah Terhadap Pendidikan Dan Pergaulan Pra Remaja.
1.
Peran Orang Tua
Terhadap Pendidikan dan Pergaulan Pra remaja
Keluarga
merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan,
termasuk perkembangan sosial. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga
merupakan lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak. Proses pendidikan
yang bertujuan mengembangkan kepribadian lebih banyak ditentukan oleh keluarga,
pola pergaulan, etika berinteraksi dengan orang lain banyak ditentukan oleh
keluarga.
Anak
yang berasal dari keluarga yang memiliki interaksi sosial yang baik, akan
tumbuh dengan perkembangan sosial yang baik. Mereka akan belajar bertoleransi
dengan orang lain. Mereka mampu menjadi orang yang bisa menerima kelebihan dan
kekurangan orang lain
2.
Peran
masyarakat terhadap pendidikan dan pergaulan pra remaja
Masyarakat adalah lembaga pendidikan yang ketiga, setelah
pendidikan dilingkungan keluarga dan sekolah.Masyarakat mempunyai peran yang
besar dalam pelaksanaan pendidikan.
Masyarakat harus berupaya memberikan bimbingan, arahan, nasihat,
bahkan pendidikan secara moral agar dapat merubah perilaku pra remaja yang
nakal menjadi lebih baik.Pra remaja sebagai generasi penerus yang sedag
berkembang, sangat membutuhkan pengarahan, pembinaan, perhatian dan pendamping
agara tetap terarah berjalan pada jalur yang benar.
3.
Peran
Pemerintah terhadap pendidikan
Hasan (2006) menyatakan sekolah atau guru dapat berusaha untuk membina hubungan sosial yang lebih stabil
dalam jangka waktu yang lebih panjang. Peran utama pendidik adalah membantu
peserta didik dapat menyelesaikan masalah sosial yang sesungguhnya yang akan
dihadapinya di tempat kerja, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar